Hikmah
Hikmah

Kamis, 08 September 2022 12:43

Ilustrasi, suasana di pelabuhan petikemas
Ilustrasi, suasana di pelabuhan petikemas

Ekonomi China Lesu, Berkah Bagi Indonesia?

Ekonomi China yang hanya diperkirakan hanya akan tumbuh 4 persen menjadi berkah bagi Indonesia.

BUKAMATA - Sepanjang sejarah sejak tahun 2014 hingga 2021, Ekonomi China menunjukkan tren pertumbuhan yang ciamik. Tidak heran, neraca perdagangan Indonesia ke China selalu defisit. 

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan sambutannya pada acara, Sarasehan 100 Ekonom "Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia" yang disiarkan oleh CNBC Indonesia, Kamis (7/9/2022) mengatakan, bahwa tahun ini, Indonesia seharusnya bisa Surplus terhadap China

Ekonomi China yang hanya diperkirakan hanya akan tumbuh 4 persen menjadi berkah bagi Indonesia. 

Hal ini membuat potensi surplus neraca perdagangan Indonesia terhadap China pada tahun ini terbuka lebar. Artinya, ekspor Indonesia ke China akan mengungguli posisi impor Tanah Air dari Negeri Tirai Bambu.

Menurut Presiden, neraca perdagangan Indonesia surplus dengan China ini dipicu oleh kesuksesan hilirisasi yang didorong pemerintah.

"Tahun ini, kita pastikan sudah surplus dengan RRT, saya pastikan. Karena raw material yang tidak kita ekspor mentahan," kata Jokowi dikutip dari CNBCIndonesia, Kamis (8/9/2022)

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Tauhid mengungkapkan bahwa potensi surplus ini sebenarnya dipicu oleh dua hal. Pertama, ekonomi China tengah melambat.

Kedua, infeksi Covid-19 di China masih ada. Pemerintah beberapa waktu lalu menerapkan aturan zero-Covid yang cukup ketat. Alhasil, beberapa wilayah ini masih lockdown dan industrinya harus berhenti sementara.

Namun, Tauhid melihat kondisi China bersifat sementara. Neraca perdagangan Indonesia bisa berbalik jika ekonomi China kembali bangkit.

Di luar dua faktor di atas, Tauhid mengatakan ada faktor tambahan yang mempengaruhi posisi Indonesia unggul terhadap China saat ini. Hal ini disebabkan oleh mulai banyaknya investor China membangun pabrik pengolahan di Indonesia, terutama untuk besi dan baja.

"Perusahaan atau investor china di pertambangan kemudian berinvestasi di kita (Indonesia), jadi sekarang barang-barangnya sudah diolah di sini (Indonesia)," katanya.

#China #Neraca perdagangan indonesia

Berita Populer