Dewi Yuliani : Rabu, 07 September 2022 17:54
Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, melaunching piloting Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), di Aula Kantor Desa Kariango, Kecamatan Baebunta, Rabu, 7 September 2022.

LUWU UTARA, BUKAMATA - Bupati Luwu Utara (Lutra), Indah Putri Indriani, melaunching piloting Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA), di Aula Kantor Desa Kariango, Kecamatan Baebunta, Rabu, 7 September 2022. Lutra menjadi salah satu kabupaten dari dua kabupaten di Sulsel yang ditunjuk sebagai piloting program ini.

"Untuk Kabupaten Luwu Utara, ada dua desa yang menjadi piloting, yaitu Desa Kariango Kecamatan Baebunta, dan Desa Pince Pute Kecamatan Malangke," kata Indah.

Iapun mengapresiasi atas kesediaan dua desa ini untuk menjadi piloting Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak. Apalagi untuk menjadi DRPPA tidak mudah.

"Ada sepuluh indikator yang harus dipenuhi, yaitu memastikan tidak ada pekerja anak di wilayah desa piloting," ujarnya.

Kemudian, kata Indah, memastikan bahwa tidak ada kasus kekerasan anak dan perempuan, tidak ada pernikahan anak dibawah usia 19 tahun atau yang disyaratkan oleh regulasi, memastikan perempuan kepala keluarga atau korban kekerasan, atau perempuan korban bencana alam (banjir dll) harus difasilitasi untuk program wirausaha.

Selanjutnya, memastikan bahwa dana desa telah mengalokasikan anggaran untuk program ini. Misalnya program PATBM atau perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat yang kita harapkan dapat berjalan dengan efektif. Memastikan dua desa yang ditunjuk terbentuk organisasi perempuan dan organisasi anak.

"Oleh karena itu, tidak bisa sendirian hanya pemdes saja. Tetapi harus didukung semua pemangku kepentingan, PKK kita harap berperan aktif didalamnya mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan serta desa itu sendiri dengan mengoptimalkan program-program yang terdapat dipokja-pokja juga memgoptimalkan pembinaan dasa wisma untuk mendorong pola pengasuhan alternatif serta kita berharap juga DWP mengambil peran," terangnya.

Ia menambahkan, bukan hanya konvergensi program, tetapi yang paling penting adalah komitmen yang dibangun di tingkat desa. Komitmen ini tidak hanya sampai pada level pimpinan desa tetapi harus diturunkan sampai ke level masyarakat untuk memastikan keberlanjutan.

"Yang paling penting dari sebuah program bukan pada saat launching program atau membangun komitmen di awal, tetapi yang paling penting adalah memastikan terjadi keberlanjutan atau kontinitas didalam pelaksanaan program," pungkasnya. (*)