MAKASSAR, BUKAMATA - Pemprov Sulsel mengatur strategi untuk menekan efek kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kepala Bappelitbangda Sulsel, Andi Darmawan Bintang, mengungkapkan, jika tak terkendali, kenaikan BBM bisa memicu inflasi dan mengancam perekonomian masyarakat.
Andi Darmawan mengungkapkan, salah satu dampak kenaikan BBM yang tidak bisa dihindari adalah kenaikan harga kebutuhan pokok. Di sisi lain, saat ini aktivitas ekonomi masyarakat baru mulai bergerak setelah terpuruk akibat pandemi Covid 19.
"Kita tentu berharap dampak kenaikan harga BBM ini bisa kita tekan," ujarnya, Senin, 5 September 2022.
Ia mengungkapkan, salah satu langkah yang diambil pemerintah adalah dengan menyiapkan stok kebutuhan pokok yang cukup. Kemudian, mendekatkan daerah produksi dan pemasaran. Disamping itu, biaya transportasi bisa ditekan dengan melakukan perbaikan infrastruktur.
Meski demikian, Andi Darmawan mengakui, Pemprov Sulsel tidak menyiapkan anggaran khusus terkait hal tersebut, karena sudah menjadi kebijakan Pemprov. "Seperti perbaikan-perbaikan jalan untuk memperlancar distribusi itu sudah kami lakukan," ungkapnya.
Pemprov Sulsel, sambungnya, juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten kota. Terutama dalam penyediaan stok kebutuhan pokok, agar inflasi bisa ditekan dan harga bisa dikendalikan.
"Yang paling terdampak sudah dipastikan adalah harga kebutuhan pokok. Tetapi kenaikan harga ini kita masih liat perkembangannya. Seberapa besar dampaknya. Bersama pemerintah kabupaten kota, kita sama-sama mengendalikan ini," imbuhnya.
Terkait pertumbuhan ekonomi Sulsel, Andi Darmawan optimistis bisa tetap tumbuh positif. Apalagi, Pemprov bersama pemerintah kabupaten kota bersinergi untuk meningkatkan kinerja ekspor.
"Kinerja ekspor kita beberapa bulan lalu sudah melampaui tahun sebelumnya. Dengan adanya ekspor ini juga menjadi insentif bagi pemda, pada satu sisi meningkatkan pendapatan," jelasnya.
Ia menambahkan, sektor pertanian masih menjadi titik tumpu perekonomian Sulsel. Termasuk sektor perikanan dan kelautan.
"Sudah terbukti kemarin, meskipun pandemi pertanian kita masih bergerak positif. Ini menjadi primadona kita. Kita eksplore lebih lagi sehingga ekonomi bisa lebih baik lagi," pungkasnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Balampangi, Penghubung Sinjai–Bulukumba
-
Pasca Aksi dan Blokade Jalan, Gubernur Sulsel Temui Tokoh dan Mahasiswa Luwu Raya
-
Forum Diskusi Bahas Pemekaran Luwu Raya, Sekda Sulsel Beri Penegasan Aturan Syarat