Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Selasa, 30 Agustus 2022 19:17

Seremoni pembukaan Virtual Job Fair Sulsel 2022, yang diselenggarakan di Hotel Four Point Makassar, Selasa, 30 Agustus 2022.
Seremoni pembukaan Virtual Job Fair Sulsel 2022, yang diselenggarakan di Hotel Four Point Makassar, Selasa, 30 Agustus 2022.

Sekjen Kemenaker Minta Provinsi Lain Contoh Virtual Job Fair Sulsel

69 perusahaan nasional dan multinasional terlibat dalam job fair yang diselenggarakan virtual ini. Terdapat 7.000 lowongan pekerjaan yang disiapkan, dari berbagai latar belakang pendidikan.

MAKASSAR, BUKAMATA - Sekretaris Jenderal Kementrian Ketenagakerjaan, Prof Anwar Sanusi, mengapresiasi pelaksanaan Virtual Job Fair Sulsel 2022. Ia bahkan meminta provinsi lain agar bisa melaksanakan virtual job fair seperti yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

"Job virtual ini luar biasa, karena mampu mengakomodir tuntutan angkatan kerja. Dan keberhasilan di Sulsel ini akan saya sampaikan ke provinsi lain agar bisa melakukan hal yang sama," kata Prof Anwar, pada acara seremoni pembukaan Virtual Job Fair Sulsel 2022, yang diselenggarakan di Hotel Four Point Makassar, Selasa, 30 Agustus 2022.

Prof Anwar mengungkapkan, usia produktif di Indonesia mencapai 70 persen. Jika mereka tidak memiliki tabungan yang cukup di masa tuanya, tentu akan menjadi masalah besar.

"Kita harus mengkonversi dengan baik bonus demografi kita. Seperti Jepang, Cina, Thailand, dan Singapura," ungkapnya.

Menurut Prof Anwar, salah satu tantangan yang dihadapi saat ini adalah teknologi disrupsi. Banyak pekerjaan yang hilang karena tergantikan oleh teknologi, tapi banyak juga pekerjaan baru yang muncul akibat teknologi.

Selain itu, Indonesia memiliki 54 persen angkatan kerja milenial dan zilenial. Mereka memiliki kompetensi digital yang baik. Mereka juga cerdas, namun memiliki loyalitas yang rendah.

"Karena itu, harus ada sistem yang diciptakan berupa bursa pasar kerja. Mempertemukan suplay dan demand," terangnya.

Sementara, Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, mengatakan, pihaknya terus berupaya menciptakan lapangan kerja melalui program yang diturunkan di masyarakat. Diantaranya, pembangunan infrastruktur.

Pihaknya juga berupaya mengembalikan kepercayaan masyarakat dalam proses pengadaan barang dan jasa. Perusahaan yang mengikuti tender, dibiarkan berkompetisi secara fair.

"Kita memiliki SDM yang banyak dan berkualitas. Sehingga, kita harus menciptakan peradaban yang kuat," imbuhnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sulsel, Ardiles Saggaf, menyampaikan, 69 perusahaan nasional dan multinasional terlibat dalam job fair yang diselenggarakan virtual ini. Terdapat 7.000 lowongan pekerjaan yang disiapkan, dari berbagai latar belakang pendidikan.

"Kami berharap, para pencari kerja memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya," kata Ardiles. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Virtual Job Fair Sulsel 2022 #Kementrian ketenagakejaan #Pemprov Sulsel #Anwar Sanusi #Andi Sudirman Sulaiman #Ardiles Saggaf