Wiwi : Jumat, 26 Agustus 2022 15:22
int.

BUKAMATA – Situasi dunia yang genting akibat Pandemi, tidak membuat semangat PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) untuk berhenti berinovasi.

Sebagai petarung, Pelindo berhasil melawan badai pandemi dengan melakukan merger perusahaan pada 1 Oktober 2021.

Hampir setahun merger Pelindo berjalan. Tapi  Pandemi belum berakhir dan perekonomian Indonesia masih sulit.

Namun, perseroan ini membuktikan bahwa upaya yang dilakukannya berhasil deraskan arus pertumbuhan ekonomi Negeri.

Tercatat hingga kuartal II tahun 2022, Pelindo mencatat laba sebesar Rp3,2 triliun, naik dibandingkan perolehan tahun 2020, yang hanya tercatat sebesar Rp3 Triliun.

Selain itu, Pelindo juga memberikan kontribusi pada negara melalui setoran Dividen, PNBP, Konsesi, PPH, PPN dan PBB dengan nilai total Rp4,7 triliun pada tahun buku 2021.

Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Mulyono mengatakan, keberhasilan yang diraih perseroan tak lepas dari komitmen PT Pelindo untuk berkontribusi dalam memajukan perekonomian negeri. Dimana, salah satu fokus utama Pelindo pasca merger adalah transformasi operasional pada kluster petikemas melalui standardisasi dan sistemisasi Pelabuhan.

Hasilnya, kata Ali,  selama hampir delapan bulan pasca merger, ada peningkatan kinerja dan produktivitas di sejumlah pelabuhan.

Peningkatan produktivitas bongkar muat diukur dengan parameter boks per kapal per jam (BSH) dan pengurangan port stay atau waktu sandar kapal di pelabuhan yang diukur dengan jumlah hari.

Ia mencontohkan, di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, jumlah bongkar muat naik lebih dari dua kali lipat dari 20 boks per kapal per jam menjadi 45 boks per kapal per jam. Kecepatan bongkar muat itu membuat waktu sandar kapal dapat berkurang menjadi setengahnya, dari dua hari menjadi hanya satu hari.

Sementara Peningkatan kinerja yang sama terjadi di TPK Makassar. Kecepatan bongkar muat lebih cepat yakni dari 20 BSH menjadi 42 BSH dan waktu sandar juga bisa berkurang dari 2 hari menjadi 1 hari.

Sejalan dengan TPK Makassar, Terminal Makassar New Port juga mengalami peningkatan kecepatan bongkar muat dari 20 BSH menjadi 39 BSH dengan standar waktu sandar yang berkurang dari 2 menjadi 1 hari.


Menurut Ali, peningkatan kinerja terbaik ada di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Ambon. Peningkatan jumlah bongkar muat naik hampir tiga kali lipat, dari 12 boks per kapal per jam menjadi 35 boks.

"Dampaknya, jumlah waktu sandar dapat terpangkas dari tiga hari menjadi satu hari. Tentu makin pendeknya waktu sandar dan kecepatan bongkar muat membuat biaya operasional makin efisien yang tergambar dalam kinerja Triwulan I 2022, dengan nilai laba bersih mencapai Rp670 Milyar atau meningkat 46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,”jelas Ali.

Merger Untungkan Pelaku Usaha

Sehubungan dengan hal itu, salah satu pelaku usaha rumput laut di Sulsel, Khaerul Fadly Islami menyampaikan, sangat senang dengan adanya merger Pelindo ini.

Pasalnya, selama ini, Erick mengaku biaya pengiriman logistik sangat mahal. Tak hanya itu, kapal yang membawa barang juga seringkali mengalami keterlambatan bersandar di pelabuhan sehingga seringkali merugikan pelaku usaha, khususnya di bidang usaha rumput laut.

"Kami sangat senang dengan merger yang dilakukan PT Pelindo. Jujur saja selama ini kami mengalami banyak kesulitan dalam pengiriman barang. Tapi Alhamdulilah hampir setahun merger ini, usaha saya lancar, kerusakan barang berkurang,”ungkap Erick kepada Bukamata, Jumat (16/8/2022).

Dengan demikian, selain berkontribusi positif pada pertumbuhan perekonomian nasional, merger juga merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah, serta meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha.

Dorong Pelindo jadi Operator Kelas Dunia

Sementara itu, Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan, setelah adanya merger, industri logistik di Indonesia memiliki nilai yang kompetitif.

Dimana, pengiriman dari Indonesia ke negara-negara tujuan bisa langsung dilakukan tanpa harus singgah terlebih dahulu di Singapura dan Malaysia.

“Saya akan terus mendorong Pelindo menjadi operator pelabuhan dengan kinerja kelas dunia, yang menghubungkan belasan ribu pulau nusantara tanpa terkecuali. Dan, membawa arus pertumbuhan perekonomian Indonesia yang maju, makmur dan mendunia,” kata Erick saat memberi sambutan dalam peluncuran buku Menuju “Satu BUMN Pelabuhan”.