MAKASSAR, BUKAMATA - Dinas Pendidikan Sulsel bekerjasama dengan Unicef, menggelar Training of Trainer (TOT) atau Pelatihan Calon Pelatih Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif Kerjasama Pemerintah Sulawesi Selatan dan Unicef atas Dukungan Pemerintah Jepang, yang dilaksanakan di Hotel Best Western, Makassar, Senin, 22 Agustus 2022. Pelatihan ini diikuti dua kabupaten, yakni Bone dan Bantaeng.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Setiawan Aswad, yang sekaligus membuka pelatihan ini, mengungkapkan, pemerintah provinsi menargetkan satu desa satu PAUD HI. Namun, yang terlebih dahulu harus disiapkan adalah SDM-nya.
"Dalam PAUD HI ini, seluruh kebutuhan esensial anak sudah terpenuhi. Bukan hanya pendidikan saja, tetapi juga gizi, pengasuhan, hingga perlindungan anak," kata Setiawan.
Menurut Setiawan, untuk mewujudkan PAUD HI, maka ada tiga aspek yang harus menjadi perhatian. Antara lain, keberpihakan sistem melalui regulasi dan sinergitas, pembiayaan, dan ketersediaan SDM.
"Pengembangan PAUD ini juga harus dimonitor. Kemudian, kita harus intervensi pada bagian yang dianggap lemah," terangnya.
Sementara, Nugroho Indera Warman selaku Unicef Education Specialist Kantor Wilayah Sulawesi dan Maluku, mengungkapkan, angka partisipasi kasar anak yang bisa mengakses layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Sulsel masih rendah, berkisar 34 persen. Angka ini berada dibawah rata-rata nasional, yang juga tergolong rendah, yakni 39 persen.
"Di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan ini, kita masih berjuang untuk meningkatkan akses agar anak-anak kita bisa menikmati layanan PAUD. Di Sulsel, angka partisipasi kasar 34 persen, dibawah rata-rata nasional 39 persen," ungkap Nugroho.
Nugroho mengungkapkan, kondisi tersebut semakin diperburuk dengan pandemi Covid 19 yang terjadi dua tahun terakhir, yang sangat mempengaruhi sektor pendidikan, termasuk PAUD. Dimana, learning loss tidak hanya terjadi di tingkat SD, SMP, dan SMA, tetapi juga terjadi di layanan PAUD.
"Dampaknya bisa kita lihat pada keterampilan dasar anak, literasi dan numerasi. Untuk literasi terjadi learning loss setara enam bulan belajar, sedangkan di numerasi learning loss setara lima bulan belajar," bebernya.
Ia berharap, ke depan kondisi PAUD bisa jauh lebih baik dari kondisi saat ini. Apalagi dengan kehadiran program PAUD HI, yang tidak hanya memperhatikan untuk pendidikan saja, tetapi seluruh kebutuhan esensial anak.
"Setelah pelatihan ini, kami harap bisa menciptakan SDM berkualitas dalam layanan PAUD," harap Nugroho. (*)
BERITA TERKAIT
-
Penjualan Susu Formula Capai Triliunan Per Tahun, IDAI Edukasi Masyarakat Pentingnya ASI
-
Setiawan Aswad Mundur dari Jabatan Kepala Bappelitbangda Sulsel, Gubernur Andi Sudirman Tunjuk Muh Saleh
-
Pemprov Sulsel Pastikan Gaji PPPK 2026 Tetap Dianggarkan Sesuai Tahapan
-
Pemkab Luwu Timur Dukung Peningkatan Kualitas Gizi Masyarakat melalui Program Terintegrasi dan Berkelanjutan
-
Pemkab Gowa Genjot Penurunan Stunting, Targetkan Prevalensi 16,4 Persen pada 2025