Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 18 Agustus 2022 15:52

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel menggelar Pameran Temporer Koleksi Pilihan Museum La Galigo, di Benteng Rotterdam, 18 - 23 Agustus 2022.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel menggelar Pameran Temporer Koleksi Pilihan Museum La Galigo, di Benteng Rotterdam, 18 - 23 Agustus 2022.

Disbudpar Sulsel Gelar Pameran Temporer Koleksi Pilihan Museum La Galigo

Salah satu lukisan yang cukup menarik perhatian pengunjung pameran adalah lukisan petani Toraja, yang dilukis oleh R Boneet Tahun 1964 (Belanda).

MAKASSAR, BUKAMATA - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulsel menggelar Pameran Temporer Koleksi Pilihan Museum La Galigo, di Benteng Rotterdam, 18 - 23 Agustus 2022. Berbagai benda bersejarah dipamerkan untuk para pengunjung museum.

Adapun koleksi pilihan yang dipamerkan pada acara ini, seperti silsilah Kerajaan Luwu, Kerajaan Bone, Kerajaan Gowa, dan Batara Guru. Adapula naskah Lagaligo dan naskah Perjanjian Bongaya. Termasuk koleksi arkeologi.

Sejumlah lukisan juga turut dipamerkan. Salah satu lukisan yang cukup menarik perhatian pengunjung pameran adalah lukisan petani Toraja, yang dilukis oleh R Boneet Tahun 1964 (Belanda). Terbuat dari kain kanvas dan cat minyak berbingkai kayu. Berwarna hijau, coklat dan krem. Lukisan ini menggambarkan bagaimana kehidupan petani di daerah Toraja dalam cara menanam padi di sawah.

Kepala Disbudpar Sulsel, Prof Muh Jufri, berharap, anak-anak sekolah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB bisa dimobilisasi untuk mengunjungi pameran ini. Sehingga, anak-anak bisa mengetahui lebih jauh tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia.

"Mari kita jadikan museum sebagai sekolah kedua mereka. Disini mereka bisa melihat langsung beberapa peninggalan sejarah," ujarnya.

Ia mengungkapkan, dalam waktu dekat akan membahas hal ini dengan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, dan melakukan MoU agar sekolah-sekolah yang ada dibawah naungan Dinas Pendidikan Sulsel bisa memasukkan kunjungan ke museum sebagai salah satu agenda wajib di setiap sekolah. Sehingga, para siswa bisa belajar tentang sejarah dan kebudayaan di museum.

"Sangaf penting mengajak anak sedini mungkin untuk mengenal keragaman budaya sebagai aset bangsa yang tak ternilai. Jangan sampai, anak-anak kita terangkat jauh dari semua kearifan lokal kita akibat gempuran globalisasi dan modernisasi di segala bidang, yang bisa terdampak pada terkikisnya budaya lama," terangnya.

Sementara, Kepala UPT Museum Lagaligo, Zakiyah Assegaf, menyampaikan, pameran ini akan dilaksanakan selama lima hari. Sejauh ini, sudah ada beberapa sekolah yang mendaftar untuk mengunjungi museum, yang kemudian diatur jadwal kunjungannya.

"Ada beberapa agenda yang telah dibuat, sebagai rangkaian dari Pameran Temporer Koleksi Pilihan Museum La Galigo ini. Salah satunya adalah pemutaran film dokumenter, yang akan dilaksanakan setiap sore," kata Zakiah. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Disbudpar sulsel #Prof Muh Jufri #Museum La Galigo