Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Senin, 25 Juli 2022 08:47

Rektor UUM Prof Dr Haim Hilman Abdullah, saat menggelar konfrensi pers di Jakarta.
Rektor UUM Prof Dr Haim Hilman Abdullah, saat menggelar konfrensi pers di Jakarta.

Implementasikan Merdeka Belajar, 17 Perguruan Tinggi di Indonesia Kolaborasi dengan UUM

Kerja sama yang disepakati meliputi aspek penelitian, pengembangan program mobilitas mahasiswa, dan staf kedua universitas.

JAKARTA, BUKAMATA - Sebanyak 17 perguruan tinggi di Indonesia bekerja sama dengan Universiti Utara Malaysia (UUM). Dari 17 institusi tersebut, lima diantaranya, yaitu Universitas Islam Sultan Agung (Jawa Tengah), Universitas Ahmad Dahlan (Yogyakarta), Universitas Hasanuddin (Sulawesi Selatan), Universitas Mulawarman (Samarinda), dan Universitas PGRI Kanjuruhan Malang, sepakat menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan UUM.

Rektor UUM Prof Dr Haim Hilman Abdullah, mengungkapkan, kerja sama yang disepakati meliputi aspek penelitian, pengembangan program mobilitas mahasiswa, dan staf kedua universitas.

Kemudian, berbagi fasilitas dan informasi yang dihasilkan dari penelitian bersama, penyelenggaraan konferensi dan seminar bersama.

Dia menyebutkan, untuk 12 perguruan tinggi lainnya sepakat menandatangani Letter of Statement of Collaboration (LoC) yang digelar di Jakarta pada 24 Juli.

Menurut Haim, penandatanganan secara besar-besaran tersebut, secara tidak langsung menunjukkan kepercayaan terhadap UUM. Oleh karena itu, dia menargetkan kerja sama dengan 50 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Indonesia.

"Kami ingin bekerja sama dengan PTN/PTS di Indonesia, makanya kami akan melakukan road to campus bersama-sama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) dan Diktiristek," kata Prof Haim dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu, 24 Juli 2022.

Ketua Umum APTISI Dr. Ir. H. M Budi Djatmiko, MSi., MEI., menambahkan, pihaknya terus mendorong para mahasiswa dan dosen untuk melanjutkan studi S2 serta S3. UUM memiliki akreditasi internasional yang layak dilirik mahasiswa dan dosen di Indonesia.

"Jumlah PTS di Indonesia ada empat ribuan. Paling tidak berapa persen bekerja sama dengan UUM," ujarnya.

Dia mengatakan, UUM tidak hanya terakreditasi internasional, tetapi juga biaya kuliahnya murah, bahasanya lebih mudah dipahami WNI. Begitu juga makanannya lebih bisa dinikmati.

Prof Budi menjelaskan kerja sama PTS dengan UUM ini merupakan salah satu implementasi dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Pada kesempatan sama, Prof Madya Dr. Lily Julienti binti Abu Bakar, selaku pengarah Pusat Alumni UUM mengungkapkan, sampai saat ini jumlah lulusannya sekitar 154 ribu. Nah, dari jumlah itu sebanyak 1.530 alumni dari Indonesia.

"Minat pelajar Indonesia tertinggi ke UUM. Saat ini 200 mahasiswa Indonesia kuliah di UUM, makanya kami ingin meningkatkan jumlahnya lewat kerja sama dengan PTN/PTS," pungkas Prof Haim. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#University Utara Malaysia #Rektor UUM Prof Dr Haim Hilman Abdullah