LUWU, BUKAMATA - Warga sekitar jalan poros Topoka, Kabupaten Luwu, mengeluhkan banyaknya debu akibat jalanan yang belum diaspal. Pasalnya, pekerja jalan di pusat Kota Belopa yang menjadi kewenangan Balai Besar Jalan dan Jembatan Makassar inu telah melakukan pengupasan untuk diaspal kembali.
Kondisi ini sudah berlangsung dua pekan lamanya, namun belum juga dilakukan pengaspalan. Akibatnya, debu jalan berterbangan dan masuk ke rumah warga.
Terlihat beberapa rumah warga di selimuti debu jalan. Bahkan lantai teras rumah warga tersebut penuh debu, termasuk kendaraan roda empat dan roda dua yang sedang diparkir di teras rumah mereka.
"Lihat maki, sudah dua Minggu begini kondisi rumah, berdebu tebal termasuk kendaraan," keluh Udin, warga sekitar.
Dia menyebut, ratusan kendaraan melintas setiap hari. Bisa dibayangkan debu yang terbang akibat jalan dikupas, namun belum diaspal sangat mengganggu.
Sementara itu, Idam, warga Belopa lainnya mengaku sangat direpotkan dengan kondisi jalanan yang berdebu lalu terbang masuk dalam rumah.
"Ini rumah penuh debu. Ruang tamu sampai dapur diserang debu akibat jalan Topoka lambat di aspal," bebernya.
Untuk diketahui, pengaspalan jalan di poros Kota Belopa menjadi kewenangan Balai Besar Jalan dan Jembatan di Makassar. Sebab jalan Topoka ini masuk dalam ranah jalan nasional yang ditangani oleh Balai Besar Jalan dan Jembatan, dan bukan menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Luwu. (*)
BERITA TERKAIT
-
Bantuan Keuangan Pemprov Sulsel untuk Ruas Jalan Prioritas di Luwu Rampung 100 Persen
-
Setelah Palopo, Pj Gubernur Prof Fadjry Djufry Uji Coba Makan Bergizi dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Luwu
-
Gempa Magnitudo 3,9 Guncang Luwu
-
Proyek Awak Mas di Luwu Serap 70 Persen Lebih Tenaga Kerja Lokal
-
Wakili Sulsel di Ajang Apresiasi KIP 2024, Berikut Sederet Prestasi Desa Langkidi