BUKAMATA- Rupiah bertekuk lutut di hadapan Dollar. Setelah berjuang di level 14.880 hingga 14.993, rupiah akhirnya tersungkur ke bawah level Rp15.000.
Pada pembukaan perdagangan di pasar spot Rabu (6/7/2022), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp15.001 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah 7,5 poin atau 0,05 persen dari posisi Selasa (5/7) sore yang di level Rp14.993 per dolar AS.
Meskipun mata uang di kawasan asia terpantau bervariasi namun mayoritas mata uang masih terpuruk di hadapan Dollar. Dia mata uang yang terpantau menguat hanya Yen Jepang yang menguat 0,37 persen dan dolar Singapura menguat 0,13 persen.
Sementara itu mata uang lain masih senasib dengan Indonesia. Won Korea Selatan misalnya, mata uang negara Kpop ini melemah 0,51 persen serta peso Filipina melemah 0,51 persen.
Yuan China melemah 0,29 persen, ringgit Malaysia melemah 0,10 persen, baht Thailand menguat 0,12 persen dan rupee India melemah 0,53 persen. Sedangkan, dolar Hong Kong terpantau stagnan dalam perdagangan ini.
"Rupiah masih dibawah tekanan dolar AS ditengah kekuatiran resesi global memicu perlepasan aset dan mata uang berisiko," katanya dikutip dari CNNIndonesia.com.
Selain itu, ia melihat bahwa penguatan dolar masih ditopang oleh penantian hasil Federal Open Market Committee (FOMC) meeting yang akan diumumkan hari ini.
"Pelaku pasar menantikan risalah pertemuan fomc dan mengantisipasi sikap hawkish dari the fed," kata dia.
Lukman memperkirakan hari ini rupiah akan berada di kisaran Rp14.950 per dolar AS hingga Rp15.050 per dolar AS.
BERITA TERKAIT
-
Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Melemah Lagi Hari Ini
-
Pemerintah Patok Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.500 pada 2026
-
Rupiah Anjlok di Pasar Luar Negeri, Nilai Tukar Dolar Tembus Rp 17.000
-
Rupiah Bangkit dari Level Terendah Sejak 1998, Merangkak ke Rp16.587
-
Nilai Tukar Rupiah Jadi Rp8.170 di Google, Berikut Fakta Menurut Bank Indonesia