Lutra Gelar Ekspos IDM 2022, Ini Tujuannya
Berdasarkan Data IDM, kabupaten Luwu Utara masuk 50 kabupaten daerah maju di Indonesia, dengan rincian ada 20 desa mandiri, 59 desa maju, 76 desa berkembang 11 desa tertinggal serta tak ada lagi desa di Luwu Utara yang masuk kategori desa sangat tertinggal.
LUTRA, BUKAMATA - Pemerintah kabupaten Luwu Utara menggelar kegiatan Ekspos Indeks Desa Membangun Tahun 2022. Kegiatan ini digelar Rabu (22/6/2022) Di aula lagaligo kantor Bupati Luwu Utara.
Ketua panitia kegiatan yang merupakan Kepala Dinas PMD Luwu Utara, Misbah mengatakan kegiatan ini sebagai basis data (base line) pembangunan desa yang menjadi dasar dalam menilai kemajuan kemandirian desa.
"Menjadi salah satu input (fokus) dalam perumusan isu-isu strategis dan permasalahan utama yang terkait dengan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa, " katanya.
Dia juga berharap agar melalui kegiatan ini pemerintah mendapatkan masukan dalam perumusan targeting (sasaran lokasi) terkait dengan target pembangunan nasional.
"Sekaligus sebagai instrumen koordinasi antar Kementerian/Lembaga, Pemerintah daerah dan desa, guna efektifitas capaian sasaran pembangunan nasional," Tambahnya
Sementara itu, Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani mengatakan Indeks Desa Membangun (IDM) merupakan Indeks Komposit yang dibentuk berdasarkan tiga indeks, yaitu Indeks Ketahanan Sosial, Indeks Ketahanan Ekonomi dan Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan.
"Indeks Desa Membangun, atau disebut IDM, dikembangkan untuk memperkuat upaya pencapaian sasaran pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan yakni mengurangi jumlah Desa Tertinggal dan meningkatkan jumlah Desa Mandiri," jelasnya.
Berdasarkan Data IDM, kabupaten Luwu Utara masuk 50 kabupaten daerah maju di Indonesia, dengan rincian ada 20 desa mandiri, 59 desa maju, 76 desa berkembang 11 desa tertinggal serta tak ada lagi desa di Luwu Utara yang masuk kategori desa sangat tertinggal.
Dalam mencapai target percepatan Desa Mandiri dan Pengentasan Desa Tertinggal , perlu membangun sinergitas antara perencanaan pembangunan desa dengan perencanaan daerah, dan perencanaan nasional.
"Untuk membentuk desa yang mandiri diperlukan perencanaan yang matang agar pembangunan bisa berjalan dengan semestinya dan hambatan yang ada dapat dikendalikan, Keberhasilan pembangunan di Desa ini terjadi karena adanya sinergitas antar pemerintah desa, pemerintah daerah dan pemerintah pusat, "ungkapnya.
Dalam kesempatan ini juga di lakukan pemberian penghargaan percepatan pembangunan desa kepada 12 kecamatan yaitu Kecamatan Sabbang, Sabbang selatan, Baebunta, Baebunta selatan, Masamba, Malangke, Malangke barat, mappedeceng, sukamaju selatan, sukamaju, Bone-Bone dan tanalili serta 20 Desa yaitu Desa Buangin, kalotok, dandang, Salama, buntu torpedo, tarobok, Baebunta, salulemo, Lara, Baloli, tolada, pattimang, Cendana putih, sukamaju, Wonokerto, patoloan, banyuurip, Sidomukti, patila, dan bungapati.
News Feed
Gubernur Sulsel Resmikan Jembatan Sungai Balampangi Penghubung Sinjai - Bulukumba
31 Januari 2026 21:37
