MAKASSAR, BUKAMATA - Jemaah haji Indonesia sebagian besar menyelenggaraan ibadah haji Tamattu’ (umrah dulu, baru berhaji). Karenanya diwajibkan membayar dam atau denda berupa menyembelih hewan.
"Jemaah diimbau untuk dapat melakukan pembayaran dam sesuai saluran resmi yang telah ditentukan Pemerintah Arab Saudi, sehingga pelaksanaannya sesuai aturan dan tertib," pesan Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Akhmad Fauzin, saat memberikan keterangan pers di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu, 22 Juni 2022.
Dikatakan Fauzin, pada musim haji tahun ini, Pemerintah Saudi melalui Perusahaan Motawif Jemaah Haji Asia Tenggara (Motowifs Pilgrims For South East Asian Countries Company) telah mengeluarkan surat petunjuk tentang Dam dan Kurban Tahun 1443H. Surat ditujukan kepada Perwakilan Misi Haji Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand.
Menurut Fauzin, surat edaran tersebut menginformasikan bahwa jemaah dapat membayar dam melalui saluran pembayaran yang telah ditentukan Pemerintah Arab Saudi, yaitu Bank Pembangunan Islam (IsDB), Bank Al Rajhi, Pos Saudi, dan Situs (ADAHI).
"Kami mendorong agar PPIH Arab Saudi Bidang Bimbingan Ibadah dan PPIH Kloter segera melakukan koordinasi dan sosialisai ke jemaah haji," pesan Fauzin.
Pemerintah mengimbau jemaah tidak melakukan transaksi dengan calo dan penjaja/pedagang, dan tidak membeli kupon dari situs web yang mencurigakan. (*)
BERITA TERKAIT
-
Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Geledah Rumah Eks Menag Yaqut
-
Kabar Gembira, Pemerintah Pastikan Biaya Ibadah Haji Tahun 2025 Turun
-
Penerimaan Mahasiswa Baru di 58 PTKIN Dibuka Serentak, Catat Jadwalnya!
-
JCH Kepulauan Selayar Tiba di Asrama Haji Sudiang
-
Sekda Kepulauan Selayar Lepas JCH Menuju Asrama Haji Sudiang