BUKAMATA - Rupiah keok, sepanjang pekan rupiah terkoreksi cukup dalam selama 5 hari berturut-turut.
Mata uang Garuda ini terjun bebas sebesar 271 poin atau terkoreksi 1,86% di hadapan dolar AS dan menjadi koreksi terbesar secara mingguan sejak Juni 2020.
Rupiah menjadi mata uang di Asia dengan pelemahan terbesar sepekan ini. Disusul oleh baht Thailand yang juga terkoreksi 1,38% terhadap dolar AS.
Dilansir dari CNBC Indonesia, Rupiah menutup perdagangan pekan ini dengan berakhir di Rp 14.821/US$ atau ambles 0,38% di pasar spot.
Pasar mata uang global telah diguncang oleh kebijakan bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin (bp) dan menjadi kenaikan terbesar sejak 1994 menjadi 1,5%-1,75%.
Di Asia, mayoritas mata uang terkoreksi terhadap dolar AS, hanya ringgit Malaysia yang bergerak stagnan.
BERITA TERKAIT
-
Nilai Tukar Rupiah Diperkirakan Melemah Lagi Hari Ini
-
Pemerintah Patok Nilai Tukar Rupiah di Kisaran Rp16.500 pada 2026
-
Rupiah Anjlok di Pasar Luar Negeri, Nilai Tukar Dolar Tembus Rp 17.000
-
Rupiah Bangkit dari Level Terendah Sejak 1998, Merangkak ke Rp16.587
-
Nilai Tukar Rupiah Jadi Rp8.170 di Google, Berikut Fakta Menurut Bank Indonesia