Hikmah
Hikmah

Kamis, 16 Juni 2022 21:49

Menanti Gebrakan Dunia Pendidikan Dari Rembug Nasional Aptisi

Menanti Gebrakan Dunia Pendidikan Dari Rembug Nasional Aptisi

"Yah. Aptisi akan memberikan hibah berupa soft ware SIM PT (Sistem Informasi Manajemen Perguruan Tinggi) yang terpadu yang mampu mendigitalisasi kampus seharga 5 M untuk semua PTS baik di bawah dikti atau di bawah kemenag," Jelas Prof Budi saat di konfirmasi Bukamatanews.id

BUKAMATA - Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) bakal menggelar pertemuan akbar bertajuk Rembug Nasional di Nusa Dua Bali, awal Juli mendatang. 

Tidak main-main, Rembug Nasional Aptisi tahun ini digadang-gadang nakal membawa perubahan besar dalam sistem pendidikan di kampus. 

Ketua Umum Aptisi Pusat Prof Budi Jatmiko mengatakan, dalam kegiatan tersebut Aptisi mengangkat tema Menyongsong Indonesia Generasi Emas tahun 2045 : Digitalisasi Berbasis Blockchain, Tantangan Masa Depan dan Reformasi Dunia Pendidikan. 

Salah satu yang menarik perhatian dari tema tersebut adalah mencuatnya teknologi blockchain. Beberapa pakar pendidikan sebelumnya sudah memprediksi bahwa teknologi Blockchain sangat cocok digunakan dalam dunia Pendidikan karena selain dapat meningkatkan transparansi dalam sistem penilaian, juga dinilai mampu mereformasi sistem pendidikan yang sudah ada sebelumnya. 

"Yah. Aptisi akan memberikan hibah berupa soft ware SIM PT (Sistem Informasi Manajemen Perguruan Tinggi) yang terpadu yang mampu mendigitalisasi kampus seharga 5 M untuk semua PTS baik di bawah dikti atau di bawah kemenag," Jelas Prof Budi saat di konfirmasi Bukamatanews.id

Pertemuan akbar berkapasitas 2500 orang tersebut, kata Prof Budi juga akan menggelar seminar nasional dengan Keynote Speakers mumpuni mulai dari orang nomer satu RI, Presiden Joko Widodo hingga Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. 

"Sudah terkonfirmasi hadir di lokasi, menteri Prabowo. Presiden sendiri masih menyesuaikan jadwal. Tapi jika tidak bisa hadir secara luring. Kita akan gelar lewat zoom (khusus Jokowi :red), " ungkap Prof Budi. 

Prof Budi melanjutkan, kegiatan tersebut juga bakal menjadi wadah bagi PT yang ingin menyampaikan aspirasi mengenai sejumlah permasalahan. 

"Pada acara Rembug Nasional dan RPPP APTISI Ke-1 ini, agar dapat menyelesaiakn semua permasalahan PTS secara tuntas, " katanya. 

Hingga kini, kata Prof Budi jumlah pendaftar sudah mencapai 600 lebih peserta dan pendaftaran masih tetap dibuka hingga memenuhi kapasitas kursi 2.500 peserta. 

Adapun sejumlah persoalan yang akan mengemuka pada Rembug Nasionsl Aptisi 2022 menurut Prof Budi di antaranya, 

1. Pembubaran LAM PT, akibat pembayaran yg mahal; dijadikan ajang bisnis.

2. Uji kompetensi pendidikan kesehatan, yang tidak sesuai UU Dikti;

3. Sulit dan lamanya perizinan prodi dan pengabungan PTS hingga bertahun-tahun. 

4. Masalah pajak PTS/yayasan; PBB yang masih dipungut oleh Pemda dan Pph yang dijadikan objek meningkatkan pendapatan negara.

4. Permasalahan ijin belajar Dosen;

5. Dikotomi PTN/PTS; 

6. Resvisi UU sisdiknas, yg tertutup;

7. Digitalisasi Kampus, yg menantang, dll.

 

#Prof Budi Jatmiko #Rembug Nasional Aptisi 2022