MAKASSAR, BUKAMATA - BKKBN Sulsel menggandeng komunitas media untuk mensosialisasikan program Bangga Kencana. Program ini merupakan salah satu program dari BKKBN, yang berfokus untuk mewujudkan keluarga berkualitas yang hidup dalam lingkungan yang sehat di Indonesia, melalui berbagai kelompok kegiatan di masyarakat.
"Kami berharap, ke depan bisa bekerjasama dengan media dalam mensosialisasikan program Bangga Kencana ini kepada masyarakat," kata Kepala Perwakilan BKKBN Sulsel, Andi Rita Mariani, saat membuka KIE Interpersonal Kepada Kelompok/Komunitas (Media) Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Rangka Hari Keluarga Nasional ke-29, yang dilaksanakan BKKBN Sulsel, di Hotel Almadera Makassar, Senin, 13 Juni 2022.
Andi Rita berharap, melalui penyebarluasan informasi di media, diharapkan pula dapat mengubah pola pikir masyarakat tentang asupan gizi bagi anak, untuk mencegah stunting. Hal ini juga merupakan bagian dari program Bangga Kencana, yang dicanangkan BKKBN Sulsel.
"Kegiatan ini juga merupakan rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional, yang akan dirayakan pada 29 Juni 2022 mendatang di Kota Medan," imbuhnya.
Dalam kegiatan ini, turut dihadiri Tim Penggerak PKK Sulsel, yang diwakili
Ketua Bidang IV Bagian Kesehatan Dan Kelestarian Lingkungan Hidup PKK Sulsel, dr Ema Alasiry Sp.A(K), yang memaparkan strategi PKK Sulsel dalam menangani stunting.
Dr Ema menjelaskan, PKK Sulsel melakukan sejumlah intervensi untuk menangani stunting. Seperti, intervensi spesifik berupa penemuan anak stunting, pemberian makanan tambahan pada balita dan ibu hamil, serta pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri.
"Kami di PKK Sulsel juga berupaya mencegah terjadinya kasus stunting baru, melalui langkah preventif dan promotif," ujarnya.
PKK Sulsel bekerjasama dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Dinas PMD Sulsel, membuat desa percontohan, satu desa lokus per kabupaten. Juga melakukan pengadaan alat ukur akurat sesuai standar, dan rancangan pelatihan komprehensif.
"Kami membantu penguatan program audit meterial perinatal, berupa pemberdayaan kader untuk melaporkan kasus kematian ibu dan bayi secara berjenjang hingga ke PKK Provinsi," jelasnya. (*)
TAG
BERITA TERKAIT
-
Bosan Ditanya Kapan Nikah, Coba Peruntungan di Aplikasi Jodoh
-
Ketua TP PKK Sulsel Dampingi Gubernur Resmikan Aula Sipakatau dan Ruang Kelas Baru UPT SLB Negeri 2 Makassar
-
PKK Sulsel Libatkan Generasi Muda dalam Pemberdayaan Keluarga
-
TP PKK Sulsel - IDAI Gaungkan Gerakan Cinta Buku KIA dalam Peringatan Hari Anak Nasional 2025
-
Ketua TP PKK Sulsel Hadiri Puncak HKG PKK ke-53 di Samarinda