Tuntut Pemekaran, Begini Kemampuan Fiskal Empat Daerah di Luwu Raya
01 Februari 2026 10:33
Pasar minyak pun berpotensi kembali menguat jika sanksi embargo minyak Rusia telah disepakati secara bulan oleh negara-negara anggota Uni Eropa
BUKAMATA - Harga minyak mentah dunia kembali naik sekitar 3 persen hingga menyentuh level tertinggi dalam dua bulan terakhir pada akhir perdagangan Kamis waktu Amerika Serikat atau Jumat pagi (27/2022)
Berdasarkan kondisi global saat ini, sederet alasan yang membuat harga minyak dunia nyaris tak terkendali diantaranya, perang Rusia-Ukraina.
Beberapa analis mengatakan bahwa prospek embargo Uni Eropa terhadap minyak Rusia, mendorong harganya kembali meninggi.
"Pendorong kenaikan utama adalah larangan Uni Eropa atas impor minyak Rusia," kata Vivek Dhar, analis komoditas Commonwealth Bank, dikutip dari Reuters.
Selain itu, kenaikan juga ditengarai dipicu di karena pasokan minyak yang menipis jelang musim panas di AS, yang merupakan musim puncak bagi aktivitas berkendara (driving season) di negara itu.
Mengutip CNBC, Jumat (27/5/2022), harga minyak mentah berjangka Brent naik 3,37 dollar AS menjadi ke level 117,40 dollar AS per barrel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik 3,4 persen ke level 114,09 dollar AS per barrel.
Setelah naik selama enam hari berturut-turut, Brent ditutup pada level tertinggi sejak 25 Maret 2022, sementara WTI menetap di level tertinggi sejak 16 Mei 2022.
"Harga minyak mentah naik karena pasar minyak yang ketat akan terus terjadi, mengingat musim mengemudi di musim panas akan dimulai sehingga akan terus menurunkan stok AS," kata Edward Moya, Analis Pasar Senior Oanda.
Pasar minyak pun berpotensi kembali menguat jika sanksi embargo minyak Rusia telah disepakati secara bulan oleh negara-negara anggota Uni Eropa. Presiden Dewan Eropa Charles Michel meyakni kesepakatan dapat dicapai sebelum pertemuan dewan berikutnya pada 30 Mei 2022.
Hongaria menjadi negara yang terus menentang larangan impor minyak Rusia tersebut, sementara pemberlakuan sanksi Uni Eropa membutuhkan dukungan bulat.
Hongaria mendesak membutuhkan sekitar 750 juta euro atau 800 juta dollar AS untuk bisa meningkatkan kilangnya dan memperluas jaringan pipa dari Kroasia.
Tanpa larangan resmi Uni Eropa terhadap minyak Rusia, pasokan minyak negara yang dipimpin Vladimir Putin itu sudah menurun di pasar global, karena pembeli dan perusahaan-perusahaan dagang telah menghindari pemasok dari negara tersebut.
Produksi minyak Rusia akan turun menjadi 480-500 juta ton di tahun ini dari 524 juta ton pada 2021. Sementara, OPEC+ akan tetap pada kesepakatan tahun lalu untuk menaikkan target produksi Juli sebesar 432.000 barel per hari.
01 Februari 2026 10:33
01 Februari 2026 10:24
31 Januari 2026 21:37
01 Februari 2026 10:24
01 Februari 2026 10:33