Hikmah : Senin, 23 Mei 2022 13:01
Dok: WHO

BUKAMATA - Belum usai persoalan Covid 19 yang telah menyerang pertahanan dunia. Penyakit baru yang diduga akan mewabah kembali ditemukan. 

Penyakit ini dikenal dengan nama monkeypox atau cacar monyet. Penyakit yang menyerang area kulit penderitanya ini tengah menjadi perhatian baru warga dunia.

Sebenarnya, penyakit ini sudah ada sejak lama. Virus pertama kali terdeteksi pada monyet penangkaran pada tahun 1958. Kasus manusia pertama tercatat pada tahun 1970.

Penyakit ini sebenarnya menghilang empat dekade, sampai muncul lagi di 2017. Hingga Mei 2022, 450 kasus telah dilaporkan di negara Afrika, tempat endemik penyakit cacar monyet.

Yang membuat dunia gempar adalah diilaporkan wabah itu telah ditemukan di 13 negara, di mana sebelumnya penyakit itu biasanya tidak ditemukan. 

Menurut WHO, wabah ini adalah kasus luar biasa karena terjadi di negara-negara di mana virus tersebut tidak endemik. 

WHO memperkirakan bakal ada lebih banyak kasus cacar monyet dilaporkan dalam beberapa hari mendatang karena pengawasan yang meluas. 

Dikutip dari laman resmi WHO, berikut beda cacar monyet dengan cacar yang kita kenal

Virus Berbeda

Cacar monyet disebabkan oleh monkeypox virus (MPV) sementara cacar air disebabkan oleh virus variola. Keduanya masih satu genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae.

Sebutan cacar monyet diambil karena virus ini pertama kali diisolasi dari monyet. Namun demikian kemungkinan inang alami virus cacar monyet ini adalah hewan pengerat.

Sulit Menular

Metode penularan cacar monyet dan cacar smallpox kurang lebih hampir sama yaitu melalui cairan tubuh. Seseorang bisa terpapar bila melakukan kontak fisik dengan air liur, cairan bintil, darah dari hewan sakit, hingga benda yang terkontaminasi.

Hanya saja menurut WHO, pada cacar monyet penularannya jauh lebih lambat dibanding cacar biasa.

"Cacar monyet kurang menular daripada cacar dan menyebabkan penyakit yang tidak terlalu parah," kata WHO.

Gejala  Ringan

Gejala cacar monyet dengan cacar biasa hampir mirip. Hanya saja seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, cacar monyet biasanya menimbulkan gejala yang ringan dan bisa sembuh sendiri. 

Gejala ini meliputi demam hingga timbulnya bintil-bintil berisi cairan di kulit.

"Cacar monyet biasanya merupakan penyakit yang sembuh sendiri dengan rata-rata gejala berlangsung dari 2 hingga 4 minggu. Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan sifat komplikasi," tulis WHO.

Berbagi Vaksin

Vaksin khusus untuk cacar monyet belum dikembangkan, namun WHO menyarankan penggunaan vaksin cacar karena studi menunjukkan bisa tetap memberi efek perlindungan. Badan Obat Eropa (EMA) telah mengeluarkan izin penggunaan vaksin cacar biasa untuk cacar monyet tahun 2022 ini.