PAREPARE, BUKAMATA - Wakil Walikota Parepare, Pangerang Rahim berkunjung ke Anjungan Cempae, Senin (9/5/2022). Pangerang ingin penataan ikon baru Parepare itu makin baik. Terutama, penataan parkir dan kebersihan.
"Kita ingin anjungan Cempae dikunjungi dengan nyaman. Saya dengar kalau malam Minggu itu ramai pengunjung. Jadi saya minta ke Dishub agar menata parkir dengan baik. Kita mengantisipasi macet," kata Pangerang.
Pangerang meminta dinas terkait agar terus memperhatikan penataan anjungan Cempae. "Kita sudah melakukan penataan lebih jauh. Kita akan menempatkan juru parkir yang profesional termasuk jumlahnya diperhitungkan, sehingga semua bisa tertata dengan bagus dibantu dengan satpol PP," ujar Pangerang.
"Kebersihan sudah bagus. Karena setiap pagi saya dengan dibersihkan," lanjut Pangerang.
Dalam waktu dekat, kata dia, segera dibentuk UPTD untuk mengelola anjungan Cempae. Sehingga anjungan Cempae bisa tertata dengan bagus, aman dan nyaman.
Sementara itu, legislator PPP Namri Nasir juga memberi perhatian anjungan Cempae. Ia menyarankan agar dilakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan.
"Tinjauan kami di lapangan, parkirannya jangan dua sisi jalan. Sehingga macet terurai. Perlu ada rambu-rambu dilarang parkir dua sisi. Satu sisi saja," pinta Namri.
Namri juga meminta agar tempat sampah ditambah. Ia menilai enam tempat sampah di Anjungan Cempae itu belum cukup. Kata dia, bisa dicukupkan delapan. Agar kebersihan lebih terjaga.
Dalam peninjauan itu, Wakil Walikota Parepare didampingi Kadis Perhubungan Iskandar Nusu, Kadis Satpol PP M Anzar, dan Asisten 1 Walikota, Aminah Amin.
BERITA TERKAIT
-
Wali Kota Parepare Harap DMI Jadi Mitra Strategis Pemerintah
-
2.000 Guru di Parepare Gagal Dapat Tunjangan Pemerintah Pusat
-
Pemkot Parepare Klarifikasi Polemik Anggaran Toilet Sekolah: Nilai Kontrak Bukan Pembayaran Final
-
Soroti Kebijakan Kontroversial Wali Kota Tasming Hamid, DPRD Parepare Resmi Gulirkan Hak Interpelasi
-
Raker Komisi II DPR RI-Mendagri, Taufan Pawe: Penurunan Transfer Keuangan Daerah Bukan Musibah, Tapi Tantangan untuk Inovasi