PAREPARE, BUKAMATA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat sekira 288 kasus Hepatitis Akut dari 20 negara dengan lebih dari 50 kasus tambahan yang masih dalam penyelidikan.
Di Indonesia sendiri tercatat ada 3 kasus Hepatitis Akut meninggal dunia dalam dua pekan.
Fenomena Hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya, menjadi sorotan dunia setelah WHO menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, meminta Dinas Kesehatan untuk memantau dan melaporkan apabila terdapat Hepatitis Akut di Kota Parepare sesuai dengan gejala yang telah dipublikasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Indonesia.
“Terus pantau agar dapat ditangani sesegera dan secepat mungkin sehingga pasien dapat tertolong,” ucap Taufan. Senin, 9/5/2022.
Wali Kota duaperiode ini pun mengimbau agar tetap waspada dengan kemunculan penyakit tersebut.
“Tetap waspada namun jangan panik. Jika ada gejala segera bawa ke rumah sakit untuk diberikan penanganan medis,” ungkap Wali Kota Parepare dua periode ini.
Menurut Kemenkes, gejala awal Hepatitis akut misterius adalah gangguan gastrointestinal:
mual, muntah, diare berat, demam ringan
Gejala bisa lanjut dengan:
Air kencing berwarna pekat seperti teh dan BAB putih pucat, kulit dan mata kuning, gangguan pembekuan darah, kejang, penurunan kesadaran.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Korban Dugaan Hepatitis Akut di Indonesia jadi 14 Orang
-
Data Terbaru: Kemenkes RI Catat Enam Orang Meninggal Diduga Hepatitis Akut
-
Bisakah Hepatitis Akut Serang Orang Dewasa? Ini penjelasan Kemenkes
-
Waspadai Ciri-ciri Ini Pada Anak, Bisa Jadi Hepaitis Akut
-
Penyakit Pasien Anak Asal Polman Belum Dipastikan Hepatitis Akut