Hikmah
Hikmah

Sabtu, 23 April 2022 07:44

I'tikaf, Keutamaan dan Tata Cara Pelaksanaannya

I'tikaf, Keutamaan dan Tata Cara Pelaksanaannya

Itikaf 10 hari terakhir adalah waktu pelipatgandaan pemberian Allah SWT atas permintaan hambaNya. Dan Permintaan yang paling utama pada malam Lailatul Qadar adalah penghapusan dosa-dosa" kata H.Ahmad Nuh Tamang LC.MHI Direktur Pesantren Tahfizul Qur'an Badruttamam Cina Bone

MAKASSAR, BUKAMATA - Ramadan 1443 Hijriah kini memasuki 10 hari terakhir. Salah satu amalan sunnah yang biasa dilakukan umat muslim pada waktu tersebut adalah i’tikaf. I'tikaf memiliki banyak keutamaan salah satunya adalah sebagai upaya umat muslim bertemu malam lailatul qadar.

"Itikaf 10 hari terakhir adalah waktu pelipatgandaan pemberian Allah SWT atas permintaan hambaNya. Dan Permintaan yang paling utama pada malam Lailatul Qadar adalah penghapusan dosa-dosa" kata H.Ahmad Nuh Tamang LC.MHI Direktur Pesantren Tahfizul Qur'an Badruttamam Cina Bone

I’tikaf adalah berdiam diri di dalam masjid dalam rangka mencari keridaan Allah dan bermuhasabah atas perbuatan-perbuatan yang sudah dilakukan. Orang yang sedang beri'tikaf disebut mu'takif.

Demi meraih keutamaan yang lebih besar, yakni lailatul qadar seorang muslim dapat memperbanyak ragam niatnya, seperti berniat mengunjungi dan menghormati masjid sebagai rumah Allah. Selain itu juga memperbanyak amalan seperti berzikir dan mendekatkan diri kepada-Nya, mengharap rahmat dan rida-Nya, bermuhasabah, mengingat hari akhir, mendengarkan nasihat dan ilmu-ilmu agama, bergaul dengan orang-orang saleh dan cinta kepada-Nya, dan sebagainya.

Waktu i’tikaf di bulan Ramadan

I’tikaf boleh dilakukan kapan saja. Namun, i'tikaf pada pada 10 malam terakhir di bulan suci Ramadan memiliki banyak keutamaan.

 

Menurut hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Aisyah Radhiyallaahu anha (RA) berkata:

Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadan hingga beliau diwafatkan oleh Allah. Lalu istri-istri beliau beri’tikaf setelah beliau wafat”. (Muttafaqun ‘alaih). 

Bagi umat muslim yang ingin melakukan i'tikaf pada Ramadan kali ini, silahkan simak tata cara, dan niat ber i'tikaf berikut

Tata cara i’tikaf

Pengasuh Majelis Taklim “Syubbanul Muttaqin” dalam tulisannya di NU Online menjelaskan ada empat rukun i’tikaf. 

Berikut ini rukun i’tikaf:

1.Niat

2 Berdiam diri di masjid sekurang-kurangnya selama tumaninah shalat 

3.Masjid

4. Orang yang beri’tikaf.

Syarat orang yang beri’tikaf adalah beragama Islam, berakal sehat, dan bebas dari hadas besar. Artinya, tidak sah i’tikaf dilakukan oleh orang yang tidak memenuhi syarat tersebut.

Niat I'tikaf

1. Membaca niat I'tikaf

“Nawaitu an i’tikafa fi hadzal masjidi sunnatal lillaahi ta’ala”.

Artinya: “Saya niat berdiam diri di dalam masjid, sunah karena Allah ta’ala”.

2. Berdiam diri di masjid selama tumaninah salat

3. Dilakukan di masjid

Doa i’tikaf

“Rabbanaa aatina fiddunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaabannaar”.

Artinya: “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami kebajikan di dunia dan kebajikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka."

#Lailatul Qadar #I'tikaf #Ramadan