BUKAMATA - Aroma Pilpres 2024 mendatang sudah tercium dari sekarang, meskipun Pilpres di negara Indonesia masih terbilang lama. Karena masih menyisakan waktu kurang lebih dua tahun. Namun sejumlah pengamat sudah melakukan analisis kemungkinan perpolitikan di Indonesia.
Contohnya, seorang pengamat politik dari Universitas Paramadina Jakarta, Ahmad Khoirul Umam memberikan analisisnya kekuatan peta politik saat Pilpres 2024 mendatang.
Menurut dia, duet tokoh nasional, juga mantan presiden dan wakil presiden di republik ini, SBY-JK bakal turun tangan membantu pasangan sebagai Duet Perubahan Indonesia terjadi, yakni Anies Baswedan - AYH (Agus Harimurti Yudhoyono).
Khoirul mengatakan duet SBY-JK akan membantu secara total pasangan capres tersebut.
"Anies-AHY bisa mengklaim koalisinya sebagai “Duet Perubahan”," kata Khoirul di Jakarta, Rabu (13/4/2022).
Dia menilai koalisi keduanya dapat mengulang kemenangan SBY-JK pada Pemilu 2004 silam. Jika keduanya berkoalisi, maka ada dua tokoh politik besar yang menjadi joined forces, yakni SBY selaku ayah dari AHY dan JK yang merupakan mentor politik Anies Baswedan.
"Jika duet ini digarap dengan baik, bisa saja duet Anies-AHY mengulang kemenangan SBY-JK sebagaimana terjadi di Pemilu 2004," katanya.
Jika keduanya berkoalisi, maka Partai Demokrat akan menjadi sponsor utama yang membentuk 20 persen presidential threshold.
Menurut dia, tokoh partai yang memiliki elektabilitas dan mesin politik memadai hanya dua, yakni Prabowo dari Gerindra dan AHY. "Kecuali PDIP yang bisa mengusung pasangan Capres-Cawapres sendiri," ujarnya.
Baru-baru ini, PPP resmi mendukung Gubenur DKI Anies Baswedan sebagai capres 2024.
BERITA TERKAIT
-
AHY Dukung Penolakan Tunjangan DPR Berlebihan: Isu Tidak Boleh Berlarut
-
Wagub Fatmawati Rusdi Hadiri ICI 2025, Dukung Kolaborasi Infrastruktur dan Ketahanan Pangan
-
Tugas Berat Prabowo ke AHY: Bangun Tanggul Raksasa
-
UU Pemilu Digugat, Presiden Diminta Tak Kampanye Pilpres
-
AHY Sorot Peringkat Indeks Pembangunan Manusia RI ke-6 di ASEAN