Wiwi : Selasa, 05 April 2022 04:43

BUKAMATA Ramadan tahun ini, membuat masyarakat membutuhkan pengeluaran ekstra. Bagaimana tidak, sejumlah kebutuhan harganya naik. Mulai dari minyak goreng, BBM, hingga gas LPG.

Lantas, bagaimana cara agar keuangan kita tetap aman meski sejumlah harga kebutuhan pokok naik?.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira memberikan tips agar keuangan tetap stabil di tengah harga bahan pokok yang

tinggi.

Pertama, lebih banyak berhemat dan mengatur pengeluaran.

"Jauhi impulsive buying atau pembelian barang karena tren sesaat atau karena promo," katanya dikutip Bukamata dari laman Liputan5, Selasa (5/4/2022).

Kedua, cari pendapatan sampingan contohnya berjualan menggunakan platform online disela kesibukan.

Ketiga, sisakan dana untuk investasi agar aset tidak tergerus inflasi.

"Contohnya investasi di reksadana saham mendapat imbal hasil 8 persen maka ketika inflasi 5 persen masih ada untung secara riil sebesar 3 persen," kata dia.

Daya Beli masyarakat kelas menengah rentan bakal terganggu dari kenaikan harga berbagai bahan dan energi. Ini akibat dari kenaikan harga secara hampir bersamaan dan menghadapi momen Ramadhan.

Diketahui, sejumlah harga pangan masih bertahan di harga tinggi, mulai dari minyak goreng hingga cabai rawit merah. Di sisi lain, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 11 Persen dan kenaikan harga Pertamax pun terjadi.

"Pukulan bagi daya beli berdampak luas terhadap masyarakat kelas menengah rentan. Ada skitar 115 juta kelas menengah yang disebut aspiring middle class," kata dia.

Ia menyebut kalangan ini merupakan kelompok rapuh meski disebut kelas menengah. Dengan adanya kenaikan harga pangan dan energi sedikit saja maka bisa turun kelas dibawah garis kemiskinan.

"Semakin kecil pendapatan masyarakat maka semakin besar pengeluaran untuk makanan. Komponen garis kemiskinan sebesar 73 persen berasal dari pangan,"pungkasnya.