Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Senin, 04 April 2022 10:46

Rekaman CCTV detik-detik saat pegawai Dishub Makassar tewas ditembak
Rekaman CCTV detik-detik saat pegawai Dishub Makassar tewas ditembak

Pegawai Dishub Makassar Tewas Ditembak

Pihak keluarga awalnya mendapat informasi jika Najamuddin Sewang tewas akibat kecelakaan tunggal. Namun, pihak keluarga curiga korban tewas ditembak, saat menemukan luka bocor mirip bekas tembakan di bagian punggung korban.

MAKASSAR, BUKAMATA - Najamuddin Sewang (40 tahun), pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Makassar, tewas ditembak Orang Tak Dikenal (OTK), di area pertigaan jalan atau dekat Masjid Cheng Hoo, Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar, Minggu, 3 April 2022.

Proyektil peluru yang menyasar tubuh korban ditemukan bagian bawah ketiak korban, setelah melalui proses autopsi selama lebih dari dua jam.

"Proyektil peluru sudah ditemukan pada bagian bawah ketiak korban," ujar Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Reonald Simanjuntak, Senin, 4 April 2022.

Meski demikian, Reonald belum membeberkan lebih lanjut terkait jenis dan panjang proyektil peluru itu. Polisi masih melakukan uji di Laboratorium Forensik (Labfor).

"Panjang proyektil belum bisa disampaikan karena tadi masih diukur oleh dokter. Dari senjata organik atau rakitan masih akan di tes di Labfor," imbuhnya.

Sebelumnya, pihak keluarga mendapat informasi jika Najamuddin Sewang tewas akibat kecelakaan tunggal. Namun, pihak keluarga curiga korban tewas ditembak, saat menemukan luka bocor mirip bekas tembakan di bagian punggung korban.

Juni Sewang, kakak kandung almarhum, mengatakan, informasi kecelakaan ini dia terima dari istri almarhum. Ia lalu menyusul ke lokasi sekitar pukul 11.00 Wita, namun almarhum tidak lagi ditemukan di tempat, dan sudah dibawa ke RS Siloam Makassar. Pihak rumah sakit kemudian melakukan tes nadi di jantung dan korban dipastikan sudah meninggal.

Pihak keluarga saat itu menerima almarhum meninggal karena kecelakaan, sehingga belum ada kecurigaan. Akhirnya almarhum diputuskan dibawa ke rumah duka.

"Pas dibawa pulang, sampai di rumah, ada sekitar setengah jam, saya minta dibuka pakaiannya, supaya ditutup kain panjang. Biasanya kan begitu kalau orang meninggal," ucap Juni.

"Pas kuambil bajunya, ih lubang. Saya cuma bilang, kasihannya baju dalamnya adekku ini lubang. Tahu-tahu di lubang itu dikelilingi darah. Jadi saya ambil baju dinasnya, ih lubang juga. Saya ambil sweaternya, lubang juga," sambungnya lagi.

Juni menambahkan, saat di (RS) Siloam, ia hanya mengetahui jika sang adik luka di betis kiri, dan tidak ada luka lain. "Di rumah pi baru saya tahu ternyata ada luka lain selain di betis," pungkasnya. (*)

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Dishub Makassar #Penembakan Makassar #Najamuddin Sewang #Makassar Tidak Aman