Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Sabtu, 19 Maret 2022 14:35

H Hardiman J Saing Rewa SE MM
H Hardiman J Saing Rewa SE MM

Emak-emak Menjerit, Hardiman Rewa Minta Pemerintah Kendalikan Harga Jelang Ramadhan

Kenaikan harga minyak goreng dan gas, membuat ibu rumah tangga menjerit. Apalagi, kenaikan harga minyak goreng dan gas juga seiring dengan naiknya harga komoditi lain. Seperti telur juga cabe.

MAKASSAR, BUKAMATA - Minyak goreng kemasan kini tak lagi langka di pasaran. Namun, harganya bervariasi tergantung merek. Mulai Rp 23 ribu per liter atau hampir Rp 50 ribu untuk kemasan dua liter.

Tidak hanya minyak goreng. Harga gas juga melonjak drastis. Untuk tabung pink 5,5 kg, harganya kini mencapai Rp 94 ribu.

Kenaikan harga minyak goreng dan gas, membuat ibu rumah tangga menjerit. Apalagi, kenaikan harga minyak goreng dan gas juga seiring dengan naiknya harga komoditi lain. Seperti telur juga cabe.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), H Hardiman Rewa J Saing SE MM, meminta agar pemerintah segera turun tangan mengendalikan lonjakan harga. Apalagi, menjelang Ramadhan, kebutuhan rumah tangga meningkat dua kali lipat.

"Kasihan masyarakat. Sudah susah, makin dibuat susah," kata Hardiman, Sabtu, 19 Maret 2022.

Iapun menyesalkan ketidakmampuan pemerintah dalam menyelesaikan masalah minyak goreng. Bukannya mencari solusi atas kelangkaan yang terjadi, pemerintah malah mencabut aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan, dan menyerahkan sepenuhnya ke pelaku pasar.

"Ini ada apa? Begitu pemerintah cabut aturannya, hanya dalam semalam minyak goreng tersedia cukup banyak di ritel. Berarti selama ini barangnya ada, tapi disembunyikan," ungkapnya.

Belum selesai persoalan minyak goreng, lanjut Hardiman, kini muncul lagi kenaikan harga gas. Kemudian juga masalah solar.

"Tolonglah, pemerintah harusnya ada memberikan solusi di tengah masalah yang dihadapi masyarakat," pungkasnya.

Sementara, salah seorang ibu rumah tangga, Farida, mengaku bingung dengan kebijakan pemerintah. Saat harga minyak goreng ditetapkan Rp 14 ribu per liter, barangnya tiba-tiba hilang di pasaran. Namun begitu subsidi dicabut, barang tiba-tiba saja banyak di ritel.

"Pendapatan belum stabil karena pandemi, kita dihajar lagi dengan kenaikan harga. Apalagi mau Bulan Puasa, harga-harga pasti lebih mahal," keluh Farida. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Hardiman Rewa #Minyak goreng mahal #Gas elpiji