Redaksi
Redaksi

Sabtu, 26 Februari 2022 19:29

Sejumlah warga Ukraina beristirahat di gedung stasiun kereta api utama Przemysl di Polandia timur, Jumat (25/2/2022). Foto: Wojtek RADWANSKI/AFP
Sejumlah warga Ukraina beristirahat di gedung stasiun kereta api utama Przemysl di Polandia timur, Jumat (25/2/2022). Foto: Wojtek RADWANSKI/AFP

WNI di Ukraina Berkumpul di KBRI Tunggu Waktu Evakuasi

Indonesia menegaskan serangan militer di Ukraina tidak dapat diterima. Serangan juga sangat membahayakan keselamatan rakyat dan mengancam perdamaian serta stabilitas kawasan dan dunia

BUKAMATA - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Teuku Faizasyah, mengatakan kondisi warga negara RI yang kini berada di Ukraina masih berkumpul di gedung KBRI Kiev.

Ia juga mengatakan WNI di sana diberikan jaminan keamanan oleh pihak militer Ukraina.

Indonesia menegaskan serangan militer di Ukraina tidak dapat diterima. Serangan juga sangat membahayakan keselamatan rakyat dan mengancam perdamaian serta stabilitas kawasan dan dunia

"Indonesia meminta agar situasi ini dapat segera dihentikan dan semua pihak agar menghentikan permusuhan serta mengutamakan penyelesaian secara damai melalui diplomasi," ujarnya.

Kemlu menegaskan Indonesia mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengambil langkah nyata guna mencegah memburuknya situasi.

"Pemerintah, melalui Kementerian Luar Negeri, telah mempersiapkan rencana evakuasi WNI. Keselamatan WNI selalu menjadi prioritas pemerintah," tuturnya.

Sebelumnya, Kemenkumham RI langsung mengambil langkah strategis untuk mengamankan warga Indonesia dengan menyiapkan paspor khusus bagi 140 WNI di Ukraina.

"Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) telah menyiapkan langkah dari perspektif tugas keimigrasian guna mempermudah akses lalu lintas WNI di berbagai perbatasan internasional. Dalam fungsi Imigrasi, Kementerian Hukum dan HAM telah mempersiapkan diri menghadapi kontingensi dalam rangka evakuasi WNI dari Ukraina," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenkumham Andap Budhi Revianto dalam siaran persnya, Jumat (25/2/2022).

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Ukraina #Russia