Shared Heritage: Merawat Jejak Syekh Yusuf sebagai Kekuatan Budaya dan Warisan Peradaban
30 Oktober 2026 21:45
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan ekonomi Indonesia pada tahun ini belum kembali normal, setelah diguncang oleh pandemi Covid-19 sejak 2020.
BUKAMATA — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan ekonomi Indonesia pada tahun ini belum kembali normal, setelah diguncang oleh pandemi Covid-19 sejak 2020.

"Kalau perhitungan BI kita belum normal, belum pulih benar," ujar Perry dalam acara Forum Group Discussion (FGD) dengan media, Rabu (23/2/2022).
Pernyataan ini didasari dari perhitungan BI di sisi inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Dari sisi inflasi, Indeks Harga Konsumen (IHK) masih berada di bawah 2 persen saat ini. Sementara itu, sasaran yang ditetapkan BI adalah 2-4 persen pada tahun ini.
Kemudian, dari sisi pertumbuhan ekonomi, Perry mengungkapkan pertumbuhan ekonomi normal untuk Indonesia berada di kisaran rata-rata 5,1-5,2 persen. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata mencapai 3,7 persen saat ini.

Lantas, kapan ekonomi Indonesia kembali normal?
BI memperkirakan Indonesia baru mulai masuk ke arah normal kemungkinan kuartal III.
"Baru mulai masuk normal. Tahun depan baru masuk normal, ukurannya dari pertumbuhan ekonomi ya," lanjut Perry.
Dia memaparkan permintaan agregat saat ini meningkat. Tetapi, peningkatannya masih di bawah kapasitas outpout nasional, atau kesenjangan output-nya masih negatif.
Adapun, BI optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini akan mencapai kisaran 4,7 hingga 5,5 persen.
Sementara itu, Gubernur BI memastikan dampak dari risiko global ke stabilitas sistem keuangan dan eksternal Indonesia juga masih terbatas.
30 Oktober 2026 21:45
30 Oktober 2026 20:01
30 Oktober 2026 19:17
30 Oktober 2026 08:21
30 Oktober 2026 07:40
30 Oktober 2026 15:43
30 Oktober 2026 13:48
30 Oktober 2026 16:32