Redaksi
Redaksi

Rabu, 09 Februari 2022 16:51

Di Depan Kantor Bappeda Sinjai, Wanita Ini Hidup Tak Berkecukupan, Pak Bupati Apa Kabar?

Di Depan Kantor Bappeda Sinjai, Wanita Ini Hidup Tak Berkecukupan, Pak Bupati Apa Kabar?

Rumah dengan kondisi yang sungguh menyayat hati terpaksa ia huni karena tak mampu membayar kontrakan.

SINJAI, BUKAMATA - Wanita ini bernama Timang. Ia hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.

Bersama suaminya bernama Saharuddin, ia tinggal di gubuk yang tak layak huni. Ironisnya, rumah mereka berada di depan kantor Bappeda Sinjai.

Nayaris tak terlihat. Apalagi disentuh dengan kebijakan. "Pak Bupati apa kabar?," Teriak wanita itu dalam kepedihan kondisinya.

Rumah dengan kondisi yang sungguh menyayat hati terpaksa ia huni karena tak mampu membayar kontrakan.

Tepatnya di kelurahan Biringere Kecamatan Sinjai Utara. Kota kabupaten Sinjai yang diklaim Bupati Andi Seto Asapa tumbuh dan berkembang.

Timang dan Sahruddin memang hidup serba kekurangan. Material rumah gubuknya yang reot itu hanya dilapisi barang bekas. Sebahagiannya bahkan hanya menggunakan baliho di bagian atap.

Butuh waktu berapa lama bertahan agar dari panas dan hujan. Tiang bambu pun menjadi penyangga. Di atas ia melakoni kehidupan berumahtangga.

Wanit paruh baya mengaku sudah tinggal lama di Sinjai sebelum menempati Gubuk Reyot itu. Sebelumnya menyewa rumah di Jendral Sudirman, namun karna tidak sanggup membayar kontrakan.

Ia bersama anaknya bernaam Mutiara yang masih berumur 2 tahun memilih mendirikan Gubug di lahan milik Pemprov yang bersebelahan dengan kantor Bappeda Sinjai.

Saat di tanya terkait bantuan pemerintah Kabupaten Sinjai, Timang Sadar diri, jika dirinya masih ber-KTP Kabupaten lain.

Namun suaminya sebagai kepala keluaga sudah ber-KTP Sinjai.

"Tidak ada bantuan pak, karna saya masih ber KTP Bantaeng, mungkin faktor itu sehingga saya tidak dapat bantuan,tetapi Suami saya sudah ber KTP Sinjai," katanya saat ditemui awak media, Rabu 9 Februari 2022.

Demi menyambung hidup, Timang dan suaminy menjadi pemulung barang bekas.

Ironisnya, Mutiara, yang berusia dua tahun ikut bersama Saharuddin mengais barang bekas.

"Jadi saya dan suami berbagi tugas, Suami yang mencari barang bekas (Air gelas kemasan), saya yang membersihkan lalu menyusunnya di dalam karung, untuk mempercepat pekerjaan,Mutiara di gendong bapaknya mencari barang bekas," untainya.

Dari hasil jualan barang bekas hanya cukup untuk makan. Namun Timang juga berharap ada perhatian Pemerintah sebagai warga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Alhamdulillah, meskipun hasil menjual barang bekas hanya untuk makan namun saya dan suami selalu mensyukurinya, tetapi, dalam hati, sebagai warga Negara Indonesia, saya juga berharap Pemerintah memberikan perhatian kepada saya," harapnya.

Kondisi Timah dan keluarga, menjadi hal yang mesti di perhatikan Bupati Sinjai Andi Seto Asapa. Berharap dapat menjadi atensi kepemimpinannya.

Penulis : Rey Yudistira
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Bupati Andi Seto Asapa #Pemda Sinjai