Redaksi
Redaksi

Senin, 31 Januari 2022 23:38

ilustrasi
ilustrasi

Kasihan, Terkendala Biaya Warga Sinjai Bonceng Jasad Bayinya Pulang ke Rumahnya

Saat dikonfirmasi awak media, Asdar mengaku dia diminta untuk membayar ambulance untuk mengantar jenazah bayinya sebesar Rp.700 ribu, sementara saat itu dia hanya memiliki uang Rp.600.000.

BONE, BUKAMATA - Sungguh menyayat hati, seorang warga Kabupaten Sinjai terpaksa harus membawa pulang jasad bayinya dengan menggunakan sepeda motor setelah bayinya divonis meninggal dunia di Rumah Sakit pancaitana Bone.

Informasi yang berhasil dihimpun, Orang tua sang bayi tersebut tidak memiliki uang untuk membayar biaya ambulance dari Kabupaten Bone menuju rumahnya di Kelurahan Samataring Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai.

Saat dikonfirmasi awak media, Asdar mengaku dia diminta untuk membayar ambulance untuk mengantar jenazah bayinya sebesar Rp.700 ribu, sementara saat itu dia hanya memiliki uang Rp.600.000.

"Awalnya saya sempat meminta kebijakan ke pihak Rumah Sakit untuk dikurangi Rp.100.000, karena uang saya hanya Rp. 600.000 namun tidak direspon, jadi saya bawa pulang saja menggunakan motor,"Kata Asdar.

Sementara pihak Rumah Sakit Pancaitana yang dikonfirmasi melalui Kepala Bagian Adminiistrasi Fahruddin, mengatakan bahwa pihaknya sebelumnya sempat menawarkan mobil jenazah kepada orang tua pasien namun pihak keluarga sudah izin untuk membawa pulang jenazah bayinya.

"Ada usaha sebelumnya untuk menawarkan mobil ambulance kepada keluarga pasien dan bahkan sopir mengejar jenazah bayi untuk diantar namun pihak keluarga menolak," katanya saat dikonfirmasi, Senin, (31/1/2022).

Lanjut dia mengakui bahwa memang untuk biaya ambulance pengantaran jenazah tergantung jarak yang ditempuh. Dan setelah dihitung dari Bone sampai di rumah duka biayanya itu sebesar Rp700 ribu

"Tarif mobil ambulance itu ditentukan dari jarak tempuh. Namun dari informasi, lokasi pasien itu sinjai dekat kajang sehingga tarif itu ditentukan dari jaraknya," bebernya.

Lanjut kata Fahruddin terkait hal ini mungkin ada mis komunikasi sehingga permintaan keluarga pasien untuk biaya pengantaran jenazah diturunkan tidak disampaikan ke manajemen mobil ambulance.

"Kebijakan itu selalu ada yang penting dikomunikasikan. Cuman kekurangan teman-teman yang bertugas saat itu tidak melakukan konfirmasi ke kami apalagi kejadian tersebut pada malam senin dimana masih hari libur," ucapnya.

Sebenarnya, kata Fahruddin, untuk mobil ambulance sering kita gratiskan kepada pengguna bahkan kita bayarkan free karena kami bisa menanggung bahan bakar dan seterusnya cuman hal tersebut tidak disampaikan ke pihak manajemen.

Sekedar diketahui Bayi pasangan suami istri (Pasutri) Asdar dan Juliatun Mariani di rujuk ke RSUD Datu Pancaitana setelah alat bantu pernapasan yang disebut dengan continuous positive airway pressure (CPAP) semua terpakai di RSUD Sinjai,Diagnosa berat badan bayi tersebut kurang dan berat badan lahir rendah atau bayi Prematur.

Penulis : Chois
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Kab Bone #Jasad bayi dibonceng