BUKAMATA – Tasya Kamila kerap mendapat cibiran warganet karena memilih menjadi ibu rumah tangga setelah lulus S2 melalui program beasiswa dari pemerintah. Mantan penyanyi cilik itu dianggap tidak 'membayar' beasiswa itu dengan pengabdian kepada negara.
Tasya menjalani kuliah S2 di Universitas Columbia, Amerika Serikat dengan beasiswa dari pemerintah Indonesia melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Namun, Tasya menampik jika dirinya tidak balik memberikan kontribusi kepada negara. Bagi Tasya, mengabdi kepada negara tidak harus menjadi ASN (Aparatur Sipil Negara).
"Sebenarnya LPDP itu nggak spesifik ngasih (ketentuan pengabdian). Kita mengabdi itu bisa dalam bentuk apapun, enggak mesti jadi ASN, enggak mesti tinggal di daerah 3T," jelas Tasya Kamila.
Setahu Tasya, LPDP memberikan kebebasan pada alumni penerima beasiswa memberikan kontribusi kepada negara dengan cara masing-masing. Sebagai pelaku industri kreatif, Tasya memilih kontribusi yang selama ini dia tekuni itu.
"Ya cara aku mengabdi juga dengan berkarya di industri kreatif, aku juga punya yayasan," jelasnya.
Tasya sendiri masih memendam mimpi bisa menjadi menteri suatu saat nanti. Jika diminta, Tasya bercita-cita menjadi menteri lingkungan hidup.
"Untuk jadi menteri, nanti, maunya 2034 kali ya," tutupnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Bupati Luwu Timur Serahkan SK Pensiun 14 ASN Purna Bhakti, Dua Diantaranya Kepala Dinas
-
Penyerahan SK Redistribusi PPPK, 66 ASN Kemenag Sulsel Terima Penugasan Baru
-
279 PPPK Jeneponto Terima SK Perpanjangan Perjanjian Kerja
-
Usai Libur Panjang, 70 ASN di Maros Tak Masuk Kerja
-
Serahkan SK PPPK, Kakanwil Kemenag Sulsel Ingatkan Bijak Gunakan Sosial Media