MAKASSAR, BUKAMATA -- Partai Berkarya Kota Makassar tidak mau kembali bernasib sama dengan sejumlah partai politik (parpol) yang kehilangan kadernya. Apalagi sebelumnya, partai ini sudah pernah kader yang memilih hengkang ke parpol lain.
Sekretaris Partai Berkarya Kota Makassar, Mursalim Tawang pun membenarkan hal itu. Meski demikian, dia mengklaim jika kader partai lain juga berbondong-bondong pindah ke Berkarya Makassar.
"Ada yang pindah ada juga yang masuk. Ada kader Partai Berkarya yang pindah di Partai A tapi dari Partai A dan Partai B masuk juga di Berkarya. Jadi seperti gali lubang tutup lubang," ujarnya.
Mursalim sama sekali tak mempermasalahkan jika kadernya banyak yang pindah ke partai lain. "Kalau di Partai Berkarya kalau ada yang pindah, yah tidak apa-apa sebenarnya. Itu haknya para kader mau bertahan atau pindah," ujarnya.
Dia mengakan, jika fenomena tersebut adalah hal yang manusiawi. "Fenomena pindah partai sangat manusiawi. Saya berprinsip hal yang normal saja. Ada yang pindah ke partai A atau partai B Saya anggap hal yang normal saja. Memang tidak ada aturan yang melarang," ujarnya.
Meski demikian, Berkarya Makassar tetap melakukan upaya untuk menyolidkan barisan kadernya agar memiliki komitmen kepartaian.
"Tetap ada upaya kader mencintai partai kita kita melakukan sosialisasi dan pendekatan. Tapi kalau dia mau pindah itu hak preogratifnya mereka," ujarnya.
Di sampig itu, Partai Berkarya Makassar juga sedang giat mencari kader baru untuk menutupi kader-kader yang sudah pindah ke partai lain. "Kita merekrut anggota dan kader kita konsolidasi ke bawah langsung ke masyarakat. Jadi kita perekrutannya langsung ke bawah," ujarnya. (*)