Muh. Taufik
Muh. Taufik

Sabtu, 15 Januari 2022 15:43

INT (Ilustrasi)
INT (Ilustrasi)

Harga Daging Babi Mahal, Warga Thailand Beralih Konsumsi Buaya

Seorang pemilik peternakan bernama Wichai Rungtaweechai mengatakan dia memelihara sekitar 12.000 buaya dari berbagai ukuran dengan yang terbesar berukuran panjang ke atas lima meter. Dia mengatakan peternakannya telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun.

BUKAMATA - Penduduk Thailand tampaknya mulai mencari alternatif lain ketika harga daging babi merangkak naik. Harga daging babi yang melonjak ke seluruh negeri membuat orang-orang mencari alternatif lain untuk daging.

Dan pilihan itu jatuh ke hewan reptil yang ada di sungai-sungai, buaya. Naiknya harga babi juga dipengaruhi oleh penyebaran virus flu babi Afrika yang menyebabkan kelangkaan pada persediaan daging babi. Alhasil ketika harga daging babi ini melambung tinggi maka orang berusaha beralih ke sumber daging dan protein alternatif.

Sebuah postingan di Facebook pada Senin (10/1) menerima hampir 2.000 komentar dan lebih dari 4.000 Likes ketika sebuah peternakan buaya menawarkan daging dari reptil raksasa mereka seharga 70 baht untuk satu kilogram. Harga ini jauh lebih murah dibanding harga daging babi.

Pemilik peternakan yang menolak disebutkan namanya itu mengatakan usahanya sebelumnya berfokus terutama pada ekspor. Tetapi sebagai akibat dari dampak Covid-19, dia harus menekankan pasar domestik dan akhirnya mendapat respons yang baik.

Demikian pula di peternakan Rungtaweechai di tambon Samngam distrik Don Tum di Nakhon Pathom, warga dan turis berbondong-bondong membeli daging buaya.

Seorang pemilik peternakan bernama Wichai Rungtaweechai mengatakan dia memelihara sekitar 12.000 buaya dari berbagai ukuran dengan yang terbesar berukuran panjang ke atas lima meter. Dia mengatakan peternakannya telah beroperasi selama lebih dari 30 tahun.

“Karena daging babi mahal, kini semakin banyak orang yang beralih ke daging buaya, yang lebih murah dan enak. Ini juga rendah lemak dan tinggi protein,” katanya, seperti dikutip dari Bangkok Post, Jumat (14/1).

Dijelaskannya, buaya siap disembelih ketika berumur sekitar tiga setengah tahun dengan berat 30-40kg dan panjang sekitar 185cm.

"Hewan-hewan itu disetrum menggunakan arus listrik sebelum disembelih," kata Wichai, menambahkan bahwa seekor buaya menyediakan sekitar 12kg daging. Ia mengatakan daging dari bagian atas ekor hewan itu paling enak dan populer.

#Thailand #Buaya #Daging Babi

Berita Populer