Wiwi
Wiwi

Rabu, 12 Januari 2022 20:12

Partai Gelora Sampaikan Usulan Pembubaran Fraksi DPR ke Mendagri

Partai Gelora Sampaikan Usulan Pembubaran Fraksi DPR ke Mendagri

Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia telah menyampaikan Proposal Reformasi Politik Indonesia kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian dalam rangka untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan sistem politik ke depan agar lebih baik lagi.

JAKARTA, BUKAMATA -  Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia telah menyampaikan Proposal Reformasi Politik Indonesia kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian dalam rangka untuk meningkatkan kualitas demokrasi dan sistem politik ke depan agar lebih baik lagi.

Proposal tersebut, antara lain berisi pembubaran fraksi di DPR  selain penghapusan ambang batas (threshold) presiden dan parlemen, serta pemisahan pemilihan legislatif dan pemilihan presiden.

"Saya sudah ketemu dengan Menteri Dalam Negeri, Pak Tito Karnavian untuk menyampaikan Proposal Reformasi Politik. Usulan kita sudah diterima pemerintah," kata Anis Matta dalam keterangannya, Selasa (11/1/2022).

Namun Mendagri, kata Anis Matta, mengingatkan, Partai Gelora akan mendapatkan banyak perlawanan dari partai politik (parpol) yang menolak usulan reformasi politik tersebut

"Partai Gelora akan menghadapi banyak perlawanan, akan banyak drama politik yang terjadi," katanya.

Menurut Anis Matta, usulan Reformasi Politik sudah sejak lama, hanya saja menunggu momentum tahun politik 2022 untuk mulai dipublikasikan, karena selama dua tahun ini Partai Gelora fokus mengenai pembentukan infrastruktur partai.

"Partai Gelora mengusulkan pembubaran fraksi di DPR, tidak lagi diwakili fraksi sebagai juru bicara. Nanti akan ketahuan, mana anggota DPR yang tidak pernah bicara sama sekali. Mereka tidak bisa sembunyi di balik juru bicara, semua harus bicara," katanya.

Pembubaran fraksi di DPR membuka perdebatan yang panjang dalam membahas peraturan perundang-undangan atau perumusan legislasi.

"Sehingga ketika membahas UU perdebatannya panjang dan matang," ujarnya.

Perubahan besar dalam sistem politik ini, diharapkan dapat mengembalikan demokrasi Indonesia pada jalur yang benar.

Sehingga memungkinkan orang-orang terbaik dapat memimpin bangsa ini dan mampu mengatasi masalah ketimpangan ekonomi.

"Ini alasan mengapa saya percaya bahwa tahun 2022 nanti akan menjadi tahun perubahan besar," katanya.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah menambahkan, Partai Gelora akan mengambil-alih peran oposisi, karena parpol  sekarang tengah mengalami kegalauan naratif dan tidak kritis di kalangan elit mereka.

"Pak Ketum, Anis Matta sudah perintahkan untuk mengambil alih peran oposisi, mereka nampak galau masif seperti kegalauan bangsa ini pada umumnya," kata Fahri.

Mereka, kata Fahri, terlihat tidak ingin ada benturan opini dan media, baik parpol yang berada di dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan.

"Inilah peluang bagi Partai Gelora ketika semua sedang mengalami kegalauan, kita tidak sedang galau. Kita tidak saja menciptakan pergeseran untuk publik, tapi juga bisa silahturahmi dan memperkuat konsolidasi," tegasnya.

Terkait usulan pembubaran fraksi di DPR ini, Partai Gelora menggelar diskusi khusus Gelora Talk bertajuk 'Reformasi Sistem Politik, Mengapa Fraksi DPR Sebaiknya Dihapus?' pada Rabu, 12 Januari 2022, hari ini.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber antara lain, Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Ketua DPR-RI periode 2009-2014 Marzuki Alie, Direktur Eksekutif Voxpol Center Research Pangi Syarwi Chaniago dan Pendiri Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Bivitri Susanti, serta host Kabid Kebijakan Publik DPN Partai Gelora Indonesia Ahmad Noer Hidayat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Anis Matta #Partai Gelora

Berita Populer