MAKASSAR, BUKAMATA - Pandemi Covid-19 memberikan dampak yang cukup parah di dunia perhotelan. Bahkan di awal-awal pandemi, banyak karyawan hotel yang terpaksa harus dirumahkan.
Meski demikian, sektor perhotelan diyakini akan kembali normal seperti sebelum pandemi, pada tahun 2022 ini. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulawesi Selatan (Sulsel), Anggiat Sinaga, mengungkapkan, kondisi yang mulai membaik di Triwulan IV Tahun 2021, menjadi parameter harapan baru di tahun ini.
"Di awal tahun 2021, okupansi hanya 25 persen, sehingga di sektor perhotelan, banyak karyawan dirumahkan. Tetapi di September, Oktober, sudah mulai bergerak. Penjualan paket-paket akhir tahun juga menjadi parameter, sejauh mana kepercayaan masyarakat merayakan akhir tahun di hotel, seperti tahun-tahun sebelum pandemi," kata Anggiat, saat menjadi narasumber pada Diskusi Akhir Tahun yang dilaksanakan Bukamatanews.id, di Captain Coffee, Menara Bosowa Makassar, baru-baru ini, dan ditayangkan di akun youtube Bukamatanews.
Tahun 2022, menurut Anggiat, mobilitas masyarakat yang akan melakukan traveling akan membludak. Apalagi, selama dua tahun pemerintah melakukan berbagai pembatasan, sehingga masyarakat tidak bisa kemana-mana.
"Dan kami di industri ini sudah siap dalam hal protokol kesehatan. Perhotelan juga semua sudah punya sertifikat CHSE," ungkapnya.
Anggiat menambahkan, di Bulan Januari 2022 ini, sudah banyak event MICE yang melakukan booking hotel. Sehingga ia optimistis, sektor perhotelan akan kembali membaik.
"Pemerintah saya kira sudah bisa mengendalikan pandemi ini, dan trust masyarakat ke industri juga ada. Jadi, kami optimistis dengan beberapa parameter ini," pungkasnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Bangkitkan Industri Pariwisata dan Ekonomi Daerah, PHRI Kembali Gelar HORE Expo 2026
-
Tanggung Iuran BPJS Kesehatan 100 Anak Panti Asuhan, Hotel Claro Makassar Terima Penghargaan
-
Penuh Keakraban, Anggiat Sinaga Sambut Irjen Rusdi Hartono di Claro Makassar
-
Kurangi Dampak Efisiensi Anggaran pada Hotel, Pemkot Makassar Genjot Event dan Promosi Hotel
-
Kebijakan Efisiensi APBN 2025, Pengusaha Hotel dan Restoran Terancam Dampak Berat