BUKAMATA — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kenaikan cukai rokok itu berlaku per 1 Januari 2022. Menurut Sri Mulyani, keputusan menaikkan cukai rokok merupakan bagian dari upaya menurunkan konsumsi rokok masyarakat Indonesia.
"Makin mahal berarti makin tidak bisa dijangkau dan itu tujuannya untuk mengurangi konsumsi," kata Sri Mulyani.
Ia mengatakan, penurunan konsumsi rokok ditargetkan pada produk jenis sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret putih mesin (SPM).
Kenaikan cukai rokok tersebut akan membuat harga jual eceran (HJE) terendah rokok rata-rata ikut terkerek naik.
Berikut rincian harga rokok kategori sigaret kretek mesin dan sigaret putih mesin mulai 2022:
Sigaret kretek mesin
SKM I
- HJE per batang: Rp 1.905
- HJE per bungkus: Rp 38.100
SKM IIA
- HJE per batang: Rp 1.140
- HJE per bungkus: Rp 22.800
SKM II B
- HJE per batang: Rp 1.140
- HJE per bungkus: Rp 22.800
Sigaret putih mesin
SPM I
- HJE per batang: Rp 2.005
- HJE per bungkus: Rp 40.100
SPM IIA
- HJE per batang: Rp 1.135
- HJE per bungkus: Rp 22.700
SPM IIB
- HJE per batang: Rp 1.135
- HJE per bungkus: Rp 22.700.
Jadi, ingin berhenti merokok atau terus buang uang demi merokok?
BERITA TERKAIT
-
Masyarakat RI Banyak yang Beralih ke Rokok Murah, Begini Respon Bea Cukai
-
Pemerintah Resmi Naikkan Harga Rokok, Cek Daftarnya di Sini
-
Jokowi Larang Isi Rokok per Bungkus di Bawah 20 Batang
-
Tarif Cukai Resmi Naik 10 persen, Harga Rokok Makin Mahal!
-
Awal Tahun Baru 2024, Harga Rokok Melonjak: Kenaikan Cukai 10 Persen