GOWA, BUKAMATA - Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Bontonompo Selatan, Kabupaten Gowa sudah melebihi target dari 70 persen, capaian vaksinasi di Kecamatan Bontonompo Selatan sudah mencapai 71 persen.
Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan, di Kecamatan Bontonompo selatan sudah melebihi target yang dianjurkan oleh pemerintah pusat. Dimana atas arahan pemerintah pusat yakni 70 persen, sementara di Kecamatan Bontonompo selatan sudah berada di angka 71 persen. Meski begitu, target 70 persen tersebut berbasis cakupan skala Kabupaten.
"Selama ini kita melakukan vaksinasi di Bontonompo selatan sampai hari ini itu sudah 71 persen, karena kita melakukan vaksinasi selama 9 hari ini kita sisir per desa. Jqdi satu hari itu satu desa, 7 tim, dan dari 7 tim itu kita bagi setiap dusun," kata Adnan, Sabtu (25/12/2021).
Alasan melakukan vaksinasi per desa dalam setiap harinya sebab cuaca ekstrim, yakni hujan. Menurut dia tipologi masyarakat biasanya malas datang melakukan vaksinasi jika tertitik pada satu fokus dengan jarak yang jauh.
"Sehingga kita fokus satu desa dalam satu hari itu dengan 7 titik. Ada dua tim satu dusun, ada satu tim, sehingga Alhamdulillah sampai hari ini Bontonompo selatan cakupan vaksinasinya sesuai yang kita rekap di kecamatan itu sudah 72 persen," ujar Adnan.
Dijelaskan lebih jauh, di Kecamatan Bontonompo Selatan terdapat 8 desa dan 1 kelurahan, dengan target sasaran 22.400, dan hingga saat ini berdasarkan data dari Puskesmas sudah berada diangka 71 persen. Olehnya dia berharap hingga tanggal 31 Desember mendatang, bisa berada diangka jauh dari target.
"Insya Allah kan masih ada waktu sampai lima hari, minimal kita berusaha 80 persen lah, melebihi target," kata Adnan.
Sementara itu, Camat Bontonompo Selatan, Daniyal sudah memerintahkan kepada semua RT untuk mendatangi setiap Kartu Keluarga. Dimana mereka akan melakukan validasi data, jumlah yang telah melakukan vaksin dan belum melakukan vaksin dalam satu Kartu Keluarga.
"Jadi sekarang ini para RT sudah bergerak, dan mungkin dua sampai tiga hari ini kita sudah tau, berapa orang yang ada di wilayah kita yang belum melakukan faksin," kata Daniyal
Dia tidak menepis bahwa hari pertama dilakukan percepatan vaksin pihaknya memang menemukan banyak kendala, pertama adalah wacana hoaks yang diyakini warga bahwa vaksin bisa berdampak buru. Yang kedua adalah fobia terhadap jamu suntik.
"Bahkan ada yang bilang lebih baik saya dibunuh daripada disuntik, ada juga memang di satu KK itu ada tua renta, lumpuh dan sebagainya. Akan tetapi kita tetap bawa ke lokasi vaksin, namun setelah dicek oleh vaksinator kalau tidak memungkinkan, maka ditunda," tandas Daniyal.
BERITA TERKAIT
-
KPH Jeneberang Bantah Terjadi Perambahan Hutan di Gowa
-
Rawan Eksploitasi, Aktivis Lingkungan Sorot Perubahan Status Kawasan Hutan di Bawakaraeng
-
Dibabat Habis di Hulu, Puluhan Hektare Hutan Lindung di Gowa Gundul Akibat Ilegal Logging
-
Filosofi di Balik Logo Baru HJG Ke-705: Ujung Badik, Embun, dan Tangan Pakarena
-
Tokoh Pemuda Dukung Sosok Sekjen APKASI-Ketua PMI Sulsel Jabat Menpora