Redaksi : Senin, 13 Desember 2021 00:28
Ilustrasi

MAJENE, BUKAMATA - Minggu, 12 Desember 2021. Jarum jam menunjukkan pukul 12.00 Wita. Siang itu, lingkungan Pakkola, kelurahan Banggae, kecamatan Banggae, Kabupaten Majene, Sulbar, tak semendung biasanya. Anto sedang merokok di depan mobilnya, ketika SY lewat.

Anto kemudian mengeluarkan rokok. Baru saja hendak menawari SY, tiba-tiba SY mengeluarkan senjata tajam jenis parang lalu menyerang Anto. Mendapat serangan tiba-tiba, Anto langsung menangkisnya.

Bukan cuma Anto, ada tiga lainnya diserang SY. Usai itu, dia lari ke rumahnya. Warga yang emosi lantas mengepung rumah SY. Sedangkan para korban dilarikan ke RSUD Majene.

Warga lalu melempari rumah SY dengan batu, guna memancing SY keluar. Namun, SY bergeming. Hingga polisi tiba di lokasi dan menenangkan warga agar tidak melakukan main hakim sendiri.

Polisi tiba di lokasi, kemudian menembakkan gas air mata ke dalam rumah. Saat itulah SY yang matanya perih keluar dan diamankan aparat kepolisian.

Kasat Reskrim Polres Majene Iptu Benedict Jaya membenarkan peristiwa itu. Menurutnya saat akan diamankan, SY berusaha melukai dirinya sendiri. Sehingga, SY pun dilarikan ke rumah sakit sebelum ditahan.

Polisi belum mengetahui motif SY menyerang korbannya. Polisi akan melakukan pemeriksaan guna mengetahui kondisi kejiwaan pelaku.

"Iya sudah kami amankan pelaku dan barang bukti nya. Kami amankan karena menjaga jangan sampai ada amukan massa terhadap pelaku. Kondisi kejiwaan pelaku kami belum tahu apa dia gila atau normal dan masih menunggu pemeriksaan," ungkap Iptu Benedict.