Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 18 November 2021 18:48

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan sosialisasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE), yang merupakan panduan pelaksanaan event di Kota Makassar, Kamis, 18 November 2021.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan sosialisasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE), yang merupakan panduan pelaksanaan event di Kota Makassar, Kamis, 18 November 2021.

Kemenparekraf Sosialisasikan Panduan Pelaksanaan Event di Kota Makassar

Panduan CHSE ini dibuat agar pelaku event bisa tetap berkreasi di tengah pandemi. Panduan ini mengatur mulai sebelum pelaksanaan event, saat penyelenggaraan event, dan setelah event.

MAKASSAR, BUKAMATA - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) melakukan sosialisasi Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability (CHSE), yang merupakan panduan pelaksanaan event di Kota Makassar, Kamis, 18 November 2021. Sosialisasi yang diikuti sejumlah media lokal, baik cetak maupun elektronik ini, dilaksanakan di Hotel The Rinra Makassar.

Hadir sebagai narasumber, Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hafiz Agung Rifai. Adapula Direktur Utama PT Festival Delapan Indonesia, Sofyan Setiawan, serta Prana Rama Vidi Suaebo selaku Inisiator Toraja Highland Festival, yang hadir untuk berbagi cerita mengenai pengalaman mereka melaksanakan event di tengah pandemi Covid-19.

Koordinator Strategi dan Promosi Event Daerah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Hafiz Agung Rifai, mengatakan, Kemenparekraf telah mengeluarkan panduan pelaksanaan event, mengingat potensi ekonomi kreatif Indonesia sangat luar biasa. Kontribusinya mencapai Rp 1,1 triliun per tahun.

"Akibat pandemi, semua event dibatalkan. Penyelenggara event harus tiarap selama pandemi," kata Hafiz.

Ia menuturkan, panduan CHSE ini dibuat agar pelaku event bisa tetap berkreasi di tengah pandemi. Panduan ini mengatur mulai sebelum pelaksanaan event, saat penyelenggaraan event, dan setelah event.

"Kita ingin agar industri event bisa bangkit lagi. Panduan ini bukan hanya untuk penyelenggara, pengisi acara, tetapi juga untuk penonton," tuturnya.

Sementara, Prana Rama Vidi Suaebo selaku Inisiator Toraja Highland Festival, mengatakan, potensi event dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal sangat berperan. Iapun menceritakan kunci sukses dalam menggelar event Toraja Highland Festival, bersamaan dengan Pekan Raya Toraja, serta Bulan Inklusi Keuangan.

"Event ini berhasil membuat pariwisata kembali bangkit. Sejak perhelatan tersebut, mampu menghadirkan ribuan pengunjung namun tetap dengan prokes ketat," tuturnya.

"Dimulai dari 3M, juga tak kalah pentingnya swab antigen sebelum memasuki wilayah kegiatan," sambungnya.

Sedangkan, Direktur Utama PT Festival Delapan Indonesia, Sofyan Setiawan,

menyampaikan, dengan adanya panduan CHSE di Kota Makassar ini, akan menambah semangat pelaku usaha untuk aktif melakukan/hadir dalam event besar yang berlangsung di Makassar.

"Semoga pelaksanaan event kedepannya bisa seperti tahun 2019 lalu. Event - event di Makassar bisa tumbuh kembali. Dan membantu pemerintah dalam menyerap pendapatan daerah, khususnya bagi pelaku UMKM," bebernya.

Ia mengaku akan kembali menghelat F8 sebagai kalender of event internasional tahun depan. Pasalnya, perhelatan yang melibatkan sejumlah UMKM juga industri pariwisata ini akan kembali meningkatkan perekonomian. Namun demikian, pihaknya akan memastikan agar mengantongi izin penyelenggaraan sebagai kunci utama diperbolehkannya kegiatan dilaksanakan.

Untuk mengetahui aturan pada panduan CHSE dapat diunduh melalui link berikut https://chse.kemenparekraf.go.id/storage/app/media/dokumen/Pedoman_Penyelenggaraan_Kegiatan.pdf (*)

#Kemenparekraf #Sosialisasi CHSE