MAKASSAR, BUKAMATA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) untuk tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pariwisata di Indonesia.
Tahun ini, Kota Makassar terpilih sebagai tuan rumah dalam pagelaran bertajuk "Kolaborasi Pendidikan Vokasi Pariwisata Dalam Mencetak SDM Unggul di Era VUCA".
Hadir sebagai narasumber, Sekertaris Kemenparekraf, Ni Wayan Giri Adnyani, Wakil Menparekraf, Angela Tanoesoedibjo, Direktur SMK Direktoral Pendidikan Kemendikbudristek, Wardani Sugianto.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam dua segmen, yakni Offline dan Online. Untuk Sesi Offline, kegiatan berlangsung di Kampus Poltekpar Makassar, 11-12 November 2021. Dan Sesi Online ditayangkan melalui Zoom Meeting dan Live YouTube Kemenparekraf.
Wakil Menparekraf, Angela Tanoesoedibjo mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menghadapi kondisi saat ini. Seperti yang kita ketahui bahwa Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sejumlah sektor, termasuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Dampak pada sektor pariwisata bisa kita lihat dari data tahun 2020, terjadi penurunan kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 74,84 persen, menurunnya devisa pariwisata 79,15 persen, dan menurunnya wisatawan nusantara sebesar 29,7 persen,"kata Angela.
"Terlebih lagi ada 1 juta pekerjaan yang hilang dari sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,"sambungnya.
Menurutnya, Pandemi Covid-19 telah menyadarkan kita semua, bahwa kehidupan saat ini harus dihadapi dengan segala situasi yang sangat dinamis, tidak dapat diprediksi, sangat rumit, bahkan seringkali tanpa kepastian.
"Ini adalah tantangan yang tidak bisa kita hindari tapi harus kita hadapi,"ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Poltekpar Makassar, Muhammad Arifin menyampaikan rasa bangganya terpilihnya Kota Makassar sebagai tuan rumah dalam kegiatan Rakornas SMK Pariwisata se Indonesia.
"Selamat datang di Kampus Poltekpar Makassar. Kampus ini mendidik 2018 mahasiswa, dengan total 163 pegawai dan dosen,"kata Arifin dalam sambutannya.
Arifin memaparkan, dalam proses pelaksanaan belajar mengajar, Poltekpar Makassar menerapkan 70 persen praktek dan 30 persen teori. Dari penerapan tersebut, Poltekpar Makassar mengedepankan pola pendidikan melalui ASK yakni, Attitude, Skill, dan Knowledge.
"Pendekatan ini adalah tuntutan yang harus dilakukan untuk menghadapi dunia industri saat ini," pungkasnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Kemben Miss Peru Ditarik Monyet Nakal Monkey Forest Bali
-
Tips Traveling Bagi Orang yang Bertubuh Gemuk, Salah Satunya Bersuara Saat Butuh Ruang
-
Bali Urutan Pertama Kota Wisata Paling Bahagia di Dunia
-
Brand Indonesia Tampil di PFW 2022 Dituding Hanya Settingan, Sandiaga Uno Angkat Bicara
-
Ikut Kompetisi Film di Pmancar.com Bisa Dapat Puluhan Juta, Loh !