Aswad Syam
Aswad Syam

Jumat, 22 Oktober 2021 08:39

Ilustrasi
Ilustrasi

Warga Pendatang di Jayapura Difitnah hingga Diserang, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan Ikut Damaikan

Warga KKSS di Papua, ikut membantu mendamaikan warga pendatang yang diserang warga asli di Papua. Berawal dari fitnah seorang provokator.

JAYAPURA, BUKAMATA - Rabu, 20 Oktober 2021. Malam itu, pukul 21.20 WIT, suasana mencekam. Sebuan kios milik Ramli diserang. Mengakibatkan kerusakan pada tempat jualan warga pendatang itu.

Kapolresta Jayapura Kombes Gustav R Urbinas menegaskan, kerusuhan ini tak mewakili suku. Berawal dari kecelakaan lalu lintas seorang warga yang berdomisili di belakang Mal Ramayana ,Jayapura.

Lalu, dia dibawa ke kios milik Ramli. Di sana, warga yang kecelakaan lalu lintas itu dirawat. Lukanya diobati oleh pemilik kios.

Namun, saat pulang ke rumahnya, dia menyampaikan kepada warga di sekitar rumahnya, kalau dia dikeroyok. Emosi warga setempat terpicu. Mereka lalu menyerang kios milik Ramli.

Lemparan batu dan panah menerjang kios. Warga pemilik kios setempat melakukan perlawanan. Akhirnya bentrokan tak terhindarkan. Ada tiga orang terluka. Anak pemilik kios terkena panah pada lengan dan dilarikan ke RS Al Hamadi. Dua warga penyerang juga terluka dan dirawat di RS Bhayangkara.

"Mereka terkena panah di lengan, sudah dilakukan operasi ringan, dan dua warga ini sedang beristirahat di RS Bhayangkara," terang Kombes Gustav.

Untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, Polrestas Jayapura menggandeng Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Papua, juga Paguyuban Gotawa, untuk mendamaikan pihak yang bertikai. Mediasi dilakukan di Polsek Abepura, dipimpin Kapolresta Jayapura Kombes Gustav, didampingi Kapolsek Abepura AKP Lintong Simanjuntak.

Ada juga pengurus KKSS Provinsi Papua, Darwis Massi, serta Ketua Paguyuban Gotawa, J Dg Silla. Pemilik kios, Ramli, juga hadir.

"Dari hasil mediasi yang kami lakukan ada beberapa poin yang disepakati. Intinya, kedua belah pihak sepakat berdamai dan ganti rugi serta menjamin keamanan masing-masing warganya untuk tidak akan melakukan hal-hal yang melanggar hukum di luar permasalahan ini, dan kedua belah pihak berjanji tidak akan saling dendam, saling mengganggu atau bermusuhan," papar Kombes Gustav.

Poin kesepakatan damai tersebut dicantumkan dalam surat pernyataan. Kedua belah pihak juga menandatangani surat pernyataan tersebut.

#Papua #KKSS