PAREPARE, BUKAMATA - Pemerintah Kota Parepare mengapresiasi launching batik dengan ciri khas Kota Parepare, yang dirancang oleh Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Xl Dim 1405 / Parepare, Dewan Kerajinan Nasional (Deskranasda) Kota Parepare, dan. Frida Aulia Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Wali kota Parepare, Dr.H.M Taufan Pawe, melalui Wakil Wali kota Parepare, H. Pangerang Rahim saat memberi sambutan pada acara tersebut.
Pangerang mengatakan, untuk mengembangkan batik lokal, perlu didorong dari segi pemasaran yang bagus. Bahkan kata dia, batik dengan ciri khas Parepare ini, akan diarahkan menjadi seragam ASN lingkup Pemkot Parepare, dan seluruh sekolah di Kota Parepare.
“Saya merasa bangga atas keberhasilan warga Parepare bisa mengangkat kearifan lokal di bidang batik, apalagi saat ini kita masih dilanda masa Pandemi Covid-19. Upaya seperti ini memang sangat baik sekali, terutama untuk mendongkrak ekonomi rakyat,” ungkapnya.
Ia berharap melalui pelaksanaan tersebut dapat menjadi momentum yang sangat penting, dan menjadi strategi dalam upaya mewujudkan Parepare sebagai kota industri krearif batik, yang berkonsep budaya lokal Parepare.
Ditempat yang sama, Ketua Dekranasda Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan merasa terharu batik yang telah diimpikan sejak periode pertama kini terwujud, dengan berdiskusi dengan ketua Ketua Persit, rancangan tersebut dapat terwujud. “Kita berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menumbuhkan UKM untuk lebih berkarya. Dan kedepannya kita berharap setiap SKPD dapat bekerjasama dengan Deskranasda,” harap Erna yang juga Ketua TP PKK Kota Parepare.
Selain itu, Family Of Creatif Community Kota Makassar turut hadir pada kegiatan tersebut. Ketua Family Of Creative Community (FCC) Sulawesi Selatan, Andi Oci Alepuddin mengungkapkan mengapresiasi adanya batik khas kota Parepare. Pelaunchingan tersebut juga katanya menginspirasi FCC. “Ternyata batik yang dilaunching di Parepare sangat menginspirasi kami semua, dan akan membuat suatu rancangan yang lebih diterima masyarakat, yang tentunya juga dapat diterima kaum milenial,” ungkapnya.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Wali Kota Parepare Harap DMI Jadi Mitra Strategis Pemerintah
-
2.000 Guru di Parepare Gagal Dapat Tunjangan Pemerintah Pusat
-
Pemkot Parepare Klarifikasi Polemik Anggaran Toilet Sekolah: Nilai Kontrak Bukan Pembayaran Final
-
Soroti Kebijakan Kontroversial Wali Kota Tasming Hamid, DPRD Parepare Resmi Gulirkan Hak Interpelasi
-
Tak Ingin Seperti Pati dan Bone, DPRD Parepare Minta Pemkot Kaji Ulang Kenaikan Pajak Warga