Aswad Syam
Aswad Syam

Rabu, 13 Oktober 2021 11:25

SA tertangkap di Malaysia karena membawa sabbu-sabu. Keluarga berharap pemerintah bisa membantu membebaskan SA.
SA tertangkap di Malaysia karena membawa sabbu-sabu. Keluarga berharap pemerintah bisa membantu membebaskan SA.

Dititipi Sabu dengan Imbalan Dibayarkan Ongkos Pulang, Wanita Cantik Asal Polman Terancam Hukuman Mati di Malaysia

Seorang TKW asal Polman, Sulbar, berinisial SA, ditahan di Malaysia. Dia tertangkap membawa sabu-sabu. Titipan orang. SA pun terancam hukuman mati.

POLMAN, BUKAMATA - Bicci tak mampu membendung air matanya. Putrinya, SA (35) terancam hukuman mati di Malaysia. Wanita berusia lanjut di Polewali Mandar, Sulbar itu menerima kabar itu empat minggu lalu.

Dari seberang, terdengar suara wanita. Dengan logat melayu yang kental, wanita itu menyampaikan kepada Bicci, bahwa dia dari Polis Diraja Malaysia. Wanita itu menyampaikan kalau putri Bicci, SA, diamankan polisi karena membawa sabu saat hendak ke pelabuhan negeri jiran itu.

Bicci awalnya tak percaya. Dia lalu mengonfirmasi kepada kerabatnya yang juga ada di Malaysia. Dari kerabatnya inilah Bicci menerima informasi lengkap.

Putrinya SA, adalah seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. Rentang waktu yang hampir dua tahun di negeri jiran itu, membuat rindu SA ke kampung halaman, khususnya sang ibu, membuncah.

Sayang, SA tak punya ongkos. Sampai kemudian seseorang menawari dia ongkos pulang. Semuanya dia tanggung sampai SA ke Polman. Tapi syaratnya, SA harus membawakan barangnya. Sebuah butiran kristal. Beratnya 1 kilogram. Dililitkan di perut. Iya, itu sabu-sabu.

"Mau pulang ke sini tidak ada biayanya. Akhirnya ikut sama orang, dibayarkan kapal, dititipi itu barang, bukan punyanya, dititipi sama orang, butuh biaya untuk pulang," ungkap Bicci lirih.

Sayang, saat ke pelabuhan, Polis Diraja Malaysia (PDRM) menemukan barang haram tersebut. SA pun digelandang ke Markas PDRM. Dia terancam hukuman mati.

Bicci berharap, pemerintah bisa membantu membebaskan putrinya. Menurutnya, putrinya hanya dibebani rindu saat kantong cekak, sehingga harus menerima tawaran membawa barang haram itu.

Kepala Disnakertrans Polman, Abdul Salam, meminta keluarga TKW segera melaporkan masalah ini secara resmi, agar ada pendampingan. Abdul Salam mengaku akan memfasilitasi pihak keluarga, hingga berkoordinasi dengan pihak Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

"Kita akan fasilitasi ketika keluarganya melapor. Kita tetap akan koordinasi dengan BP2MI yang ada di Makassar," ungkapnya.

Selain itu, Abdul Salam juga meminta pihak keluarga TKW memberikan keterangan sejelas-sejelasnya, untuk memudahkan proses penanganan TKW yang tersandung masalah hukum di negeri jiran itu.

"Mudah-mudahan, insyaallah dengan keterbukaan keluarga TKW, bisa dibantu pihak pemerintah, dalam hal ini BP2MI dan Kementerian Luar Negeri yang akan menangani," ucapnya.

#Malaysia #TKW Polman