JAKARTA, BUKAMATA - Anggota Komisi III DPR RI asal Sulsel, Andi Rio Idris Padjalangi mengaku prihatin dengan kasus dugaan rudapaksa tiga bocah bersaudara di Luwu Timur. Apalagi, pelakunya diduga adalah orang terdekatnya.
Legislator Fraksi Partai Golkar itu, mempertanyakan profesionalisme Polres Luwu Timur. Dia menyebut, ada hal yang janggal terkait penyidikan dan penanganan kasus tersebut hingga disetop.
Andi Rio meminta penjelasan Polres Lutim yang menangani penyelidikan. "Ada hal yang janggal dan tidak keprofesionalan polisi dalam kasus ini," tegasnya.
Tokoh Golkar yang digadang-gadang maju di Pilkada Bone ini menyebutkan, kejanggalan yang dia maksud adalah, saat divisum ketiga bocah itu tak didampingi ibu.
Padahal sebut dia, korban masih di bawah 10 tahun. Sehingga ketiga korban belum mengerti hukum.
Rio juga meminta Polres Lutim memberi penjelasan atas penolakan video penampakan luka pada alat vital korban yang diberikan ibu sebagai bukti pendukung.
"Saya dan tim akan memantau kasus ini," tegasnya.
Rio juga mengapresiasi sikap cepat Mabes Polri dalam merespons kasus tersebut. Sebagaimana diketahui, Mabes Polri mengatakan kasus tersebut belum final dan masih berpotensi dibuka kembali.
Rio meminta masyarakat untuk terus memantau proses penyidikan baru pada kasus tersebut. Dia menegaskan, aparat harus transparan dan profesional dalam melakukan penyelidikan ulang terhadap kasus ini.
BERITA TERKAIT
-
Semen Tonasa Tunjuk Anis sebagai Direktur Utama, Andi Rio Komisaris Utama
-
Sikap Sportif: Pasangan Sipakariomi Ucapkan Selamat kepada Andi Asman atas Kemenangan Pilkada Bone 2024
-
Besok, Radja Band Siap Gebrak Panggung Pesta Rakyat Rio-Amir
-
Janji 100 Hari SipakaRioMi: Pajak Bumi dan Bangunan Gratis Bagi Masyarakat Bone
-
Jelang Debat Perdana Andi Rio-Amir Mahmud Tak Ada Persiapan Khusus