PARIGI MOUTONG, BUKAMATA - Ratusan napi di Lapas Kelas III Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) mengamuk. Dipicu karena sipir memukul lima orang napi. Itu setelah terjaring razia handphone di dalam lapas.
Salah seorang napi mengatakan, mereka hanya minta keadilan. Jangan hanya karena kesalahan kecil lantas pihak lapas main hajar.
"Kami di sini di dalam penjara butuh pembinaan, kami manusia bukan binatang untuk dipukul. Masih banyak hukuman lain selain dipukul, apalagi hanya disebabkan adanya HP," ungkapnya.
Kepala Lapas Parigi Moutong, Muhammad Askari Utomo mengatakan, tuntutan para napi untuk segera memproses pegawai atau sipir atas dugaan penganiayaan, akan ditampung dan diteruskan ke pimpinan. Ia menyebutkan, pihaknya kini fokus untuk menciptakan situasi di dalam Lapas tetap kondusif.
Kamis, sore, Lapas Kelas III Parigi, kembali kondusif. Itu setelah mediasi antara Kepala Kantor Perwakilan (Kakanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sulawesi Tengah dengan warga binaan Lapas Parigi.
Lilik Sujandi Kakanwil Kemenkumham Sulawesi Tengah mengatakan, narapidana dalam keadaan sehat secara keseluruhan. Pihaknya telah menerima tuntutan atau masukan yang disampaikan warga binaan untuk menjadi bahan evaluasi.
“Setelah saya masuk ke dalam dan berkomunikasi dengan teman-teman warga binaan semuanya yang pertama saya dengan pak kapolres lihat bahwa semuanya dalam keadaan sehat semuanya, kemudian sudah disampaikan beberapa hal yang manjadi bahan evaluasi kami sebagai pimpinan Wilayah,” ujar Lilik.
Ia juga menyampaikan, mulai hari ini juga kepemimpinan Lapas Parigi akan diambil alih Kakanwil Kemenkumham Sulteng dalam rangka untuk pemulihan.
“Mulai malam hari ini kepemimpinan lapas saya ambil alih dalam rangka untuk pemulihan, dalam arti untuk memastikan bahwa kondisi akan aman dan para warga binaan sudah menyampaikan komitmennya malam ini mereka akan berperilaku seperti bijak dalam arti tetap tertib dan sebagainya akan masuk ke kamar,” imbuhnya.
Menanggapi tuntutan warga binaan yang diduga kuat dianiaya oleh oknum penjaga keamanan Lapas parigi, Kakanwil telah memerintahkan dan mencabut petugas Lapas parigi kemudian ditempatkan sebagai pegawai di kantor wilayah sembari menunggu proses dan jika terbukti pihaknya akan menindak sesuai dengan mekanisme yang ada.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Misteri Kematian Napi Narkoba Andi Lolo, Penuh Luka Lebam Usai Dijemput Polisi
-
20 Penambang Emas Tertimbun Longsor di Parigi Moutong, 10 Ditemukan Tewas
-
Napi Asal Makassar Ucapkan Dua Kalimat Syahadat di Masjid Rutan Sinjai
-
Napi Jeneponto yang Kabur Sempat SMS, Ancam Bunuh Selingkuhan Istri
-
Baru Dibebaskan karena Corona, Napi Tewas Ditembak Usai Merampok