PAPUA, BUKAMATA - Dua foto beredar. Dokter Gerald Sokoy sedang bersama Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Mengenakan jaket hodi biru. Dia tampak sehat berdiri di antara pria-pria yang tak tersenyum. Ada yang menggenggam pistol, senapan, juga parang dan panah.
Pada foto lainnya, tampak dokter Gerald sedang menulis sesuatu di secarik kertas. Masih mengenakan jaket hodi biru. Di belakangnya ada pria berbaret hijau. Berlogo "Bintang Kejora".
Bos KKB Ngalum Kupel, Lamek Taplo lewat media TPNPB, Rabu, 22 September 2021 mengatakan, dr Gerald Sokoy sedang berada di bawah penguasaan mereka. Bukan disandera kata Lamek. Tapi lebih tepatnya diselamatkan setelah tersesat di hutan.
Baca Juga :
Lamek mengaku akan menyerahkan dr Gerald ke pihak gereja. Atau juga di pemerintah Pegunungan Bintang. Dan dia mewanti-wanti polisi agar tidak mempersulit proses penyerahan dr Gerald.
Lamek juga mengatakan, mengenai insiden Kiwirok, nanti dr Gerald yang akan menjelaskan kepada publik apa yang terjadi di Kiwirok.
Mengenai pernyataan dari KKB tersebut, pihak kepolisian tidak lantas percaya. Pihak kepolisian terus melanjutkan upaya pencarian dr Gerald.
"Kalau itu yang menyampaikan mereka, seharusnya konfirmasi ke mereka," kata Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, Kamis, 23 September 2021.
Dia mengatakan aparat TNI-Polri terus melakukan pencarian di Distrik Kiwirok. Pasukan TNI-Polri juga memastikan keamanan warga lain.
"Iya terus pencarian, makanya selalu diupayakan penambahan kekuatan, personel, untuk mendukung pencarian terhadap yang bersangkutan, termasuk mengamankan warga lain," katanya.
Sementara itu, Marselinus Ola Attanila, salah satu saksi mata yang selamat saat penyerangan Puskesmas Distrik Kiwirok pada Senin, 13 September 2021 lalu oleh KKB, melihat sebelum dirinya terjun ke jurang, dia melihat dokter Gerald ditendang oleh KKB masuk ke jurang.
Saat itu, Marselinus sedang bersama Gabriella Meilan dan dua suster lainnya. Mereka lalu terjun ke juran. Sayang, KKB mengejar hingga ke bawah. Marselinus bersembunyi di antara akar pohon. Tidak demikian dengan tiga suster wanita. Dengan parang, KKB mengoyak pakaian para suster, menikam paha dengan parang, dan melecehkan secara seksual. Gabriella Meilan ditemukan tewas.
"Demikian juga dokter Geral Sukoi didorong ke jurang dan hingga saat ini belum ditemukan. Kami berada dalam jurang selama 3 hari dan pelan-pelan kemudian naik ke atas dan ditemukan anggota TNI dan satu per satu dari nakes bisa terselamatkan oleh TNI," kata Marselinus.