PAREPARE, BUKAMATA - Target pendapatan daerah pada Rancangan APBD Perubahan tahun anggaran 2021 yaitu sebesar Rp976,18 milyar atau bertambah sebesar 5,44 persen.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Parepare, Taufan Pawe, saat menyerahkan Ranperda tentang Perubahan APBD Kota Parepare TA 2021, di ruang rapat paripurna DPRD, Rabu (22/9/2021).
“Jadi ada kenaikan sebesar Rp50,39 milyar lebih bila dibandingkan dengan anggaran pokok yang sebesar Rp925,79 milyar,” ujar dia.
Walikota Parepare dua periode itu menguraikan pendapatan daerah terdiri dari tiga komponen, yaitu Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer dan lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah.
“PAD pada rancangan APBD-P ini ditargetkan sebesar Rp157,25 milyar atau bertambah sebesar Rp116,23 juta, naik 0.07 persen dibandingkan dengan target pada anggaran Pokok tahun anggaran 2021,” katanya.
“Kenaikan ini disebabkan penerimaan deviden atas penyertaan saham pada Bank Sulselbar dan Lain-lain PAD yang Sah mengalami kenaikan,” tambah Walikota berlatar belakang doktor hukum itu.
Sedangkan pendapatan transfer terdiri atas Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat dan Pendapatan Transfer antar Daerah, dengan estimasi anggaran pada rancangan Perubahan APBD 2021 sebesar Rp761,97 milyar.
“Kenaikannya sebesar Rp25,27 milyar atau 3,43 persen bila dibandingkan dengan anggaran pokok tahun anggaran 2021,” beber Taufan Pawe, yang juga Ketua DPD I Partai Golkar.
Untuk komponen Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah pada rancangan APBD Perubahan ini, lanjut dia, sebesar Rp56,96 milyar, naik Rp25 milyar atau 78,22 persen dibandingkan dengan anggaran pokok.
BERITA TERKAIT
-
Wali Kota Parepare Harap DMI Jadi Mitra Strategis Pemerintah
-
2.000 Guru di Parepare Gagal Dapat Tunjangan Pemerintah Pusat
-
Pemkot Parepare Klarifikasi Polemik Anggaran Toilet Sekolah: Nilai Kontrak Bukan Pembayaran Final
-
Soroti Kebijakan Kontroversial Wali Kota Tasming Hamid, DPRD Parepare Resmi Gulirkan Hak Interpelasi
-
Raker Komisi II DPR RI-Mendagri, Taufan Pawe: Penurunan Transfer Keuangan Daerah Bukan Musibah, Tapi Tantangan untuk Inovasi