Redaksi
Redaksi

Selasa, 21 September 2021 12:32

Ilustrasi
Ilustrasi

Makam Anak Korban Pesugihan di Malino Dibongkar, Jasadnya Diautopsi di Lokasi

Makam Dandi dibongkar. Jasadnya diautopsi di lokasi. Usai diautopsi, langsung dimakamkan. Hasilnya keluar tiga pekan lagi.

GOWA, BUKAMATA - Senin, 20 September 2021, jasad almarhum Dandi (22), putra penganut pesugihan di Malino, Gowa, Sulsel, sudah diautopsi. Makamnya terpaksa dibongkar kembali oleh Tim forensik kedokteran kepolisian (Dokpol) Biddokkes Polda Sulsel, karena dicurigai dibunuh oleh kedua orang tuanya.

Dia diduga tewas setelah dicekoki garam 2 liter oleh kedua orang tuanya. Kabarnya untuk tumbal pesugihan kedua orang tuanya. Orang tua korban juga sempat mencongkel mata adik Dandi berinisial AP (6). Kini kedua orang tua Dandi sudah diamankan di Mapolres Gowa.

Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman mengatakan, hasil autopsi jenazah Dandi sendiri, akan keluar tiga pekan lagi.

"Sudah dilakukan pembongkaran makam (ekshumasi) dan langsung dilakukan autopsi jasad dari DS," ujar AKP Boby.

Jasad Dandi kata AKP Boby, langsung diautopsi di dekat makam. Begitu selesai diautopsi, jasad almarhum langsung dimakamkan kembali.

Sebelumnya diberitakan, kedua orang tua Dandi mencongkel mata adik Dandi berinisial AP saat pulang dari pemakaman Dandi. Paman Dandi langsung menyelamatkan keponakannya dan membawanya ke rumah sakit.

Paman Dandi juga melaporkan kedua orang tua Dandi ke polisi. Dia menuduh pelaku mempraktikkan ilmu hitam, yakni pesugihan. Paman korban juga menduga, keponakannya tewas usai dicekoki garam oleh kedua orang tuanya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Korban pesugihan

Berita Populer