Ibnu Kasir Amahoru
Ibnu Kasir Amahoru

Jumat, 17 September 2021 19:46

Ilustrasi.
Ilustrasi.

OPM Angkat Bicara soal Penyerangan Nakes di Papua

Sebby mengklaim seorang tenaga kesehatan yang lebih dahulu mengeluarkan pistol saat di Distrik Kiwirok.

BUKAMATA - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) angkat bicara terkait penyerangan fasilitas publik di Distrik Kiwirok, Pegunungan Bintang, Papua pada 13-14 September 2021.

Fasilitas publik yang diserang seperti puskesmas dan gedung sekolah. Mereka mengklaim aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk perlawanan untuk dapat memisahkan diri dari Indonesia.

"Kami siap ke hukum internasional jika kami salah. Tapi kami tetap punya dekat untuk hancurkan semua fasilitas milik pemerintah kolonial Indonesia," kata Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, Jumat (17/9/2021).

Kata Sebby, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) selama ini juga telah mengabaikan hak orang asli Papua untuk merdeka. Menurutnya, mereka juga membiarkan pemerintah Indonesia melakukan kekerasan brutal selama 59 tahun.

Sebby mengatakan, OPM yang bertanggung jawab atas penyerangan tenaga kesehatan di Pegunungan Bintang. Ia memastikan bakal terus menyerang sejumlah fasilitas-fasilitas yang menjadi bagian program pemerintah Indonesia.

"Akan kami hancurkan semuanya di seluruh tanah Papua dan kami akan bangun kembali setelah Papua merdeka penuh dari tangan pemerintah kolonial Indonesia," ujarnya dilansir CNNIndonesia.

Lebih lanjut, Sebby mengklaim seorang tenaga kesehatan yang lebih dahulu mengeluarkan pistol saat di Distrik Kiwirok. Menurutnya, pasukan OPM langsung merespons todongan pistol tersebut.

"Pasukan TPNPB laporkan bahwa doktor bersenjata pistol, yang telah lalukan tembakan ke Pasukan TPNPB, tembak mati. Jadi itu perlu buktikan melalui investigasi independen," katanya.

Aksi pembakaran dan penyerangan itu terjadi mulai pada Senin (13/9) lalu. Beberapa fasilitas publik yang dibakar antara lain kantor Distrik, kantor Kas Bank Papua Kiwirok, Puskesmas Kiwirok, Rumah Dokter, Barak Tenaga Kesehatan, SD Inpres, Rumah Guru dan Pasar.

Selain itu, juga sempat terjadi kontak tembak antara KKB dengan aparat TNI-Polri yang berjaga. Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria menyebut satu anggota mengalami luka ringan karena terkena peluru selama kontak senjata.

#Penyerangan Nakes