Redaksi : Jumat, 17 September 2021 15:11
Gabriella Meilani semasa hidup

PAPUA, BUKAMATA - Jumat, 17 September 2021. Di kedalaman jurang Pegunungan Bintang, jasad tenaga kesehatan Gabriella Meilani ditemukan. Dia bersama rekannya Kristina Sampe yang sedang kritis. Mereka dibantai teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin, 13 September 2021 lalu.

Gabriella meninggal dunia di dasar jurang dengan kondisi tubuh penuh luka.
Wanita yang akrab disapa Ella itu, awalnya sempat dinyatakan hilang bersama dua orang rekan sejawatnya, Kristina Sampe dan Gerald Sokoy. Kristina Sampe ditemukan bersama Gabriella di dasar jurang dengan kondisi kritis. Sementara itu, aparat keamanan masih mencari keberadaan Gerald Sokoy.

Korban Gabriella Meilani atau Ella, lahir di Besum, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, pada 31 Mei 1999. Gadis itu berdarah Jawa-Toraja. Putri tunggal dari ayahnya Musidi yang berasal dari Jawa dan Martina Rinding yang berasal dari Tana Toraja, Sulsel.

Kedua orang tua Ella, telah lama tinggal di Papua. Mereka bertugas sebagai Aparat Sipil Negara (ASN) di Pegunungan Bintang.

Ella memulai masa sekolahnya di SD Inpres Besum dan melanjutkan pendidikannya di SMP Negeri 2 Besum. Ella kemudian bersekolah di SMA Taruna Bakti, Waena, Jayapura.

Keinginan gadis 22 tahun itu untuk membantu sesama, membuatnya menempuh pendidikan di Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jayapura. Setelah lulus, Ella pun menjalankan misi kemanusiaan di wilayah pelosok Papua, Distrik Kiwirok.

Ella belum lama bertugas, ketika KKB Papua pimpinan Lamek Taplo menyerang dan membakar Puskesmas Kiwirok tempat Ella bertugas. Ella dan rekan-rekannya berusaha menyelamatkan diri. Sayangnya, Ella harus meregang nyawa akibat perbuatan brutal KKB Papua.