Aswad Syam
Aswad Syam

Kamis, 16 September 2021 16:55

Ilustrasi
Ilustrasi

Tawuran di Makassar Tewaskan Satu Pemuda, Panah Besi Menancap di Jidat

Tawuran di Makassar, Sulsel, memakan korban jiwa. Satu pemuda tewas setelah tiga hari dirawat di rumah sakit. Anak panah besi menancap di dekat alisnya.

MAKASSAR, BUKAMATA - Pagi menapak lembut. Burung-burung masih berkicau. Sangat damai. Namun di salah satu ruang RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulsel, suasana tampak sebaliknya. Muram.

Di salah satu ruangan rumah sakit rujukan terbesar di Kawasan Timur Indonesia itu, Akbar alias Bolong (25) mengembuskan napas terakhirnya. Itu setelah tiga hari dirawat.

Awalnya, dia terlibat dalam tawuran di perbatasan Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang dan Kelurahan Tammua, Kecamatan Tallo, Minggu (12/9/2021) sore.

Pemicunya dendam. Ada pemuda Kelurahan Karuwisi yang dipukul. Mereka menuduh pelakunya dari Kelurahan Tammua. Lantas, perang kelompok tak terhindarkan di perbatasan.

Bolong, warga Jl Urip Sumoharjo, Kelurahan Karuwisi Utara, Kecamatan Panakkukang, Makassar, ada dalam barisan perang kelompok itu. Nahas, sebuah anak panah besi meluncur. Lalu menancap tepat di jidatnya. Dekat dari alisnya.

Sempat dilarikan ke RS Ibnu Sina. Namun, paramedis di sana angkat tangan karena keterbatasan alat. Akhirnya dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, hingga kemudian mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu pagi.

Kapolsek Panakkukang AKP Andi Ali Surya membenarkan. Menurut AKP Andi Ali, korban sudah dimakamkan. Proses pemakamannya mendapatkan pengawalan.

Adanya korban jiwa tersebut, membuat aparat kepolisian dari Polsek Panakkukang, melakukan patroli yang lebih intens. Ini untuk menghindari aksi balasan dari keluarga korban.

"Kami mengimbau agar kedua kubu warga yang sempat bertikai, dapat menahan diri untuk menciptakan suasana kondusif," harap AKP Andi Ali Surya.

Dia berharap warga bisa mendengar imbauan pihak kepolisian, agar tidak ada lagi korban yang jatuh dari kedua kubu.

#Tawuran #Makassar

Berita Populer