Aswad Syam
Aswad Syam

Senin, 13 September 2021 14:24

Wakil Wali Kota Makassar, Hj Fatmawati Rusdi saat mengikuti pembekalan yang digelar Kemendagri.
Wakil Wali Kota Makassar, Hj Fatmawati Rusdi saat mengikuti pembekalan yang digelar Kemendagri.

Ikuti Pembekalan Kepemimpinan Pemerintahan, Ini Harapan Fatmawati Rusdi

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, mengikuti pembekalan yang digelar Kemendagri. Ini harapan Fatma.

MAKASSAR, BUKAMATA — Selama lima hari ke depan, Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, akan mengikuti pembekalan kepemimpinan pemerintahan dalam negeri. Kegiatan ini digelar secara virtual oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk gelombang 3 dan 4, melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintahan Dalam Negeri.

Kegiatan ini berlangsung selama lima hari ke depan, terhitung mulai hari ini, Senin, 13 Agustus 2021.

Selama pembekalan, Fatma akan menerima banyak materi. Di antaranya, kepemimpinan dan etika pemerintahan, sistem pemerintahan Indonesia, isu strategis otoda, pencegahan dan pemberantasan korupsi, hubungan kepala daerah dan DPRD.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat buat saya sebagai Wakil Wali Kota Makassar, agar tugas saya bisa lancar ke depan. Dan juga sekaligus dapat mendukung, membantu dan mengimbangi pak Wali Kota Makassar. Ini disebut kerjasama tim yang baik dalam membangun Kota Makassar dua kali tambah baik,” ucap Fatma.

Kegiatan Pembekalan Kepemimpinan kali ini, diikuti sebanyak 4 angkatan dan Bupati/Wali kota dan Wakil Bupati/Wakil Wali Kota non-petahana, sebanyak 214 orang.

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian yang membuka langsung pembekalan, berharap kepada seluruh peserta, agar bisa memanfaatkan pembekalan yang singkat tersebut.

“Bekerja secara maksimal. Belajar dengan baik. Selama pembekalan ini kami harap para peserta fokus dan menyimak materi yang disajikan,” ujar Tito dalam sambutannya.

Tito juga mengingatkan, bonus demografi yang akan didapat Indonesia. Indonesia memiliki laju pertumbuhan penduduk yang cepat. Ke depan akan banyak anak muda. Keberadaannya harus disalurkan.

“Maka harus dibuat lapangan pekerjaan. Namun akan menjadi bencana demografi jika tidak ada lapangan pekerjaan. Jika hal tersebut terjadi maka akan timbul masalah sosial dan keamanan,” pungkasnya. (*)

#Pemkot Makassar

Berita Populer